Wawancara Frieda Dharmawan

Lee Cooper Mampu Lewati Badai

- detikFinance
Kamis, 06 Mar 2008 09:50 WIB
Jakarta - Setelah 18 tahun berbisnis di Indonesia, Lee Cooper merupakan satu dari sekian merek asing yang mampu bertahan di terpa badai krisis, dan tetap bertahan sampai sekarang dengan hampir 100 outlet.

Setelah membentuk anak usahanya, Lee Cooper Indonesia pada 2006, tahun ini Lee
Cooper menargetkan pertumbuhan penjualan 20%.

Berikut petikan wawancara khusus detikFinance dengan General Manager PT Lee Cooper Indonesia Frieda Dharmawan di acara BritChamp Business VVIP Luncheon di Hotel Sangri-la, Jakarta, Selasa (4/3/3008).

Bagaimana posisi Lee Cooper di Indonesia?
Well, setidaknya Lee Cooper masih terbesar di Indonesia. Diantara merek-merek besar
lainnya seperti Levi's dan Wrangler.

Berapa market share Lee Cooper?Di Indonesia nggak ada survei yang khusus di bidang ini, jadi kita gak bisa ukur
berapa market share kita. Biasanya kan yang disurvei lebih ke consumer goods, tapi
kalau di fashion, mereka nggak lakukan itu. Jadi kita lebih melihat dari distribusi
dan ranking kita di departemen store. Di departemen store kan pasti ada hasil setiap bulannya jual berapa. Kita sampai sekarang masih top 3 dalam penjualan di departemen store.

Tapi tiap bulan ada naik turunya. Juga tergantung departemen store yang mana. Ada
yang high end seperti Sogo, ada yang menengah seperti Matahari. Lebih tergantung
departement store yang mana. Di Sogo, hanya ada Lee Cooper dan Levi's, Wrangler nggak semua. Kalau Matahari semua ada, tapi Levis nggak semua Matahari masuk.

Market mana yang menjadi fokus Lee Cooper ?Lee Cooper sebenarnya fokus pada orang yang suka style, yang pakai jeans tentunya.
Tapi fokusnya di kelas medium-high. Dan itu terlihat dari produk kami yang memang
diciptakan untuk kalangan itu. Tergantung lokasinya, kita punya spesifik produk
untuk tiap pelanggan.

Lalu bagaimana penjualan di 2007? Penjualan 2007 kita hampir sama dengan 2006.

Kenapa bisa begitu, apa marketnya tidak menjanjikan?
2007 kami hampir tidak ada ekspansi. Kami lebih fokus pada bisnis yang sudah ada dulu.

2008 gimana, ada rencana ekspansi?Ya. Kami ingin lebih tumbuh. Kami ingin mencapai pertumbuhan sekitar 20% dari 2007.

Ada plan jangka panjang?Kami ingin jadi merek nomor satu di Indonesia, kami ingin jadi mereka yang powerfull di Indonesia. Kami menawarkan banyak produk, seperti tshirt dan banyak produk lain. Jadi tidak sekedar jeans.

Bukannya merek lain juga menawarkan hal yang sama?
Setiap orang punya selera fashion masing-masing yang mengikuti musim. Kami juga
kerjasama dengan menggunakan The Beatles sebagai icon sejak April tahun lalu.

Lalu apakah akan memakai icon lain?
Kami punya 2 desainer yang akan membuat line desain khusus untuk Lee Cooper. Yang
pertama Jean Charles De Castelbajac, desainer dari Perancis dan koleksinya akan
keluar Mei-Juni tahun ini. Yang kedua juga dari Perancis, namanya Lou Doillon. yang
mendesain khusus untuk produk wanita.juga akan keluar Mei-Juni.

Seberapa signifikan memakai menggunakan ikon untuk mendongkrak penjualan?Kita harus lihat dulu. Tapi sejauh ini responnya bagus. Karena kami juga pakai media coverege dan merangkul penggemar The Beatles.

Soal pertumbuhan penjualan 20% tahun ini, bagaimana cara mencapainya?
Itu kombinasi semuanya. Ya produk, marketing, semuanya.

Apa ada strategi khusus?Pada sasarnya, kita akan meluncurkan produk baru sebagai tambahan strategi pada Mei
dan Juni di worldwide termasuk Indonesia. Itu seperti desainer yang membuat line fashion khusus untuk Lee Cooper. It's fresh collection. Di akhir tahun juga ada koleksi baru dari desainer yang sama.

Di dunia fashion, kami membagi tahun berdasarkan musim. Tidak hanya enam bulan, bisa kelamaan.

Setelah 18 tahun di Indonesia, apa Lee Cooper pernah mengalami masa-masa sulit?Pasti ada masa turun, naik, flat. Kami punya flat moment. Untungnya kami belum punya down moment.

Waktu krisis moneter 1998?tu justru waktu dimana bisnis kami tumbuh.

Bagaimana caranya bertahan?Pada waktu krisis, banyak orang yang meninggalkan Indonesia, tapi kami memilih
bertahan.

(lih/ir)