Apa saja rencana Chevron di Indonesia. Berikut penuturan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam wawancara dengan detikFinance di ruang kerjanya, gedung Departemen ESDM, Jl Merdeka Selatan, Senin (17 Maret 2008).
Bagaimana rencana Chevron di Indonesia?
Chevron ingin mengembangkan deep sea, nunggu POD (plan of development) masih di Dirjen Migas. Saya sudah perintakan cepat diselesaikan. Deep sea di east Kalimantan. Kedua, Chevron ingin meningkatkan produksi satu blok di Duri steam flood, yang kemudian bisa menaikkan produksi. Mereka minta dukungan kita, kita bilang ajukan proposal. Kita dorong juga termasuk kebutuhan gasnya kita Bantu yang penting produksi naik. Karena, tulang punggung kita memang Chevron.
Ketiga, panas bumi. Mereka tertarik panas bumi dan sudah sukses di Drajat. Mereka minta lagi, saya bilang silahkan cari. Masih ada 6-7 lokasi yang akan ditender. Tidak hanya itu modelnya kan kayak di minyak, kalau dapatkan lapangan yang bagus, mereka bisa ajukan, kita bisa sama-sama. Kan ada dua daerah unappointment dan direct appointment. Kita juga akan terapkan di panas bumi, supaya mempercepat panas bumi.
Duri naikkan produksi jadi berapa?
3-4 juta sampai 5 juta ton LNG per tahun. Investasinya, kalau Tangguh 7,5 juta ton itu US$5,5 miliar, kalau 5 ya 5,5/7,5x5. Itu baru downstream, upstream-nya di dobel saja. Kalau POD-nya sekarang, tahun depan sudah kembangkan.
Produksi naik jadi berapa?
Di duri steam flood, bisa tingkatkan produksi. Duri 150, bisa naik jadi 175-200. Itu total Duri.
Kapan?
Dia minta insentif tahun ini, sebagian bisa mulai tahun ini.
Produksi kapan?
Perlu waktu untuk injeksi.
(lih/qom)











































