Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk memanfaatkan situasi ini? Berpeluangkah Indonesia untuk menarik dana-dana asing di luar itu?
Dr. Keinichi Ohmae memberikan penjelasannya dalam wawancara disela-sela forum 'Indonesia Regional Investment Forum 2008' yang berlangsung di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinichi juga menjadi 5 Top Management Guru versi Majalah The Economist, dan dijuluki "Mr. Strategy" di seluruh dunia. Dalam kesempatan pergelaran Indonesia Regional Investment Forum 2008, Ohmae menjadi pembicara untuk memberikan pemikirannya dalam pengembangan investasi di Indonesia.
Demikian petikan wawancaranya dengan beberapa wartawan di acara tersebut:
Menurut anda bagaimana Indonesia bisa menarik investor luar untuk investasi?
Saat ini Indonesia harus bisa meningkatkan dan memberdayakan potensi di daerahnya karena Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa menjadi industri yang besar. Saya pikir otonomi ke daerah itu harus lebih diperluas di Indonesia sehingga daerah mempunyai daya saing akan produk-produk yang dihasilkannya. Jadi menurut saya pemberdayaan daerah bisa menarik investasi dari luar.
Dibandingkan dengan negara lain di Asia, apakah Indonesia masih menarik?
Indonesia bisa menjadi alternatif investasi yang aman bagi para investor, karena saat ini investasi di China sudah jenuh sehingga Indonesia bisa jadi alternatif. Saat ini likuiditas yang berkeliaran di seluruh dunia mencapai US$ 60 triliun yang mencari tempat untuk diinvestasikan, karena itu Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini.
Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menarik investasi?
Saya rasa sektor infrastruktur perlu dibangun lebih galak lagi oleh pemerintah, sehingga Indonesia dinilai lebih efisien bagi investor, karena di China seperti itu dimana infrastrukturnya sudah memadai.
Lalu dengan menghadapi krisis karena harga minyak dan juga naiknya harga pangan apakah Indonesia masih bisa menarik investasi?
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di tengah tingginya harga pangan saat ini. Harga energi memang tinggi karena itu akan ada alternatif energi di luar minyak karena dunia juga tidak bisa menahan lagi kalau harga minyak sampai menyentuh US$ 200 per barel. Jadi untuk kenaikkan harga pangan Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini dengan menjadi major exporter.
Mengenai masalah korupsi, apakah ini menjadi pertimbangan investor juga untuk berinvestasi di Indonesia?
Pengurangan tindak korupsi itu bisa dilakukan dengan tegas dengan pola kepemimpinan yang bagus. Seperti di Malaysia saat kepemimpinan Mahattir dan Singapura saat kepemimpinan Lee Kwan Yeu dimana korupsi bisa diberantas habis, jadi leadership itu penting. Dan saya rasa investor juga sudah belajar menyelesaikan masalah tersebut.
(dnl/qom)











































