Saudara pun Saya Sikat!

Wawancara Dirjen Bea Cukai (1):

Saudara pun Saya Sikat!

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2008 11:15 WIB
Saudara pun Saya Sikat!
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai sedang menjadi bulan-bulanan. Inspeksi mendadak bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepatuhan Internal Ditjen Bea Cukai menemukan berbagai macam modus penyuapan di instansi yang selama ini terkenal 'basah'.

Ada yang bertransaksi di tempat ibadah, ada yang menyembunyikan uang suap di kaos kaki. Masyarakat mengecam aksi suap yang sudah mengkultur itu, sementara aparat Bea Cukai pun banyak yang shock dengan sidak tersebut.

Namun banyak kalangan yang tak yakin sidak itu tidak akan berhasil. Bahasa kasarnya, hangat-hangat tahi ayam, seru sebentar kemudian lupa lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkan opini publik itu? Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi menegaskan pihaknya tidak main-main untuk meningkatkan kinerja aparatnya itu.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai latar belakang hal tersebut, detikFinance melakukan wawancara khusus dengan Anwar Suprijadi di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Kamis (5/6/2008).

Kabarnya Anda yang minta supaya KPK masuk ke Bea Cukai?

Saya menyurati KPK 29 Mei kemarin, dijawab tanggal 30 Mei, sidak dilakukan tanggal 30 Mei. Sidak pertama, KPK gak bisa dihalangi, itu sama, jangan ada kesan karena ada permintaan, saya ingin institusi saya bersih.

Beberapa bulan yang lalu kumpulkan mereka, agar bekerja dengan baik, irjen, sesdirjen, direktur P2, Kepala KPU sudah mengingatkan, teman-teman kalau memang ada suap buktikan, dan kita buktikan benar, dan tidak menyangka kita serius, kiranya dulu hanya menakut-nakuti.

Sebelum KPK masuk, kita sudah menindak 15 orang, terus kemudian anak buah saya itu sering mengeluh yang improtir kenapa gak ditindak, saya bilang saya gak punya kewenangan, supaya ada efek jera, KPK yang menindak.

Selama ini banyak pengaduan dari pihak luar atas kinerja Bea Cukai, menurut Anda bagaimana?

Itu kalau terbukti benar, tapi ada juga pengaduan yang menyesatkan, misalnya dia ngadu ke anak buah saya, tapi ternyata mereka itu PPJK, yang disebut custom broker, disana dia menyimpang. Kalau mau pengaduan itu jelas benar, nanti akan kita buktikan.

Tapi kalau mengadu karena ketidaksukaan, jangan lah orang yang baik kok diperiksa.

(Anwar pun mengklarifikasi kabar miring seputar keluarganya di Bea Cukai).

Saya juga klarifikasi ada keponakan, sebetulnya gak, terus terang saya ada ibu saya punya kakak, punya anak kakak ibu saya itu, anaknya anak laki, mereka sudah terlebih dulu pegawai Bea Cukai. (Anwar sebelumnya adalah Dirut PT KA dan MenPAN era Gus Dur).

Terus saya baru masuk, jadi tolong kita itu jangan didzalimi. Sepanjang dia gak bener, saudara pun kita sikat, kalau benar ya tolong proporsional, ini sudah main keinginan-keinginan.

Apa upaya lanjutan untuk meningkatkan kepatuhan aparat Bea Cukai?

Dari internal saya lanjutkan, dalam minggu ini ada 3 kantor yang (akan diperiksa) di luar KPU, tapi internal kita.

Nanti akan kerja sama dengan Itjen Departemen Keuangan?

Nggak lah, supaya supaya membudayakan internal pengawasan atasan supaya serius, jangan orang luar lah, supaya orang kita kuat, kalau ngawasi kita sendiri harus benar, kalau kita nggak benar, obyek yang diperiksa juga ngomel, fair-fairan saja deh kita...

Kemarin kan harus memeriksa orang luar makanya ada KPK, kemarin itu ada importir, kalau dulu kan nggak bisa. Kita sukuri lah, mungkin kita satu-satunya instansi yang berani menggandeng KPK , nggak ada instansi lain. Coba anda cek.

Importir atau pelaku pada protes atas upaya Anda dalam membersihkan Bea Cukai?

Iya. Protesnya lewat beking-bekingnya, termasuk yang mungkin demonstrasi, dia sendiri gak nampak, kadang barang sebagaja gak dikeluarin, supaya dianggap kita stagnan, ya kita lakukan, kita periksa. Dulu nggak ada keberanian seperti itu..

Perubahan status Bea Cukai Tanjung Priok menjadi Kantor Pelayanan Utama kabarnya membuat aparat Bea Cukai jadi enggak mau bekerja di Tanjung Priok?

Model KPU jauh lebih baik, penerimaan lebih baik, servicenya kita penerimaan bagus, tapi masih ada teman yang integritas perlu disempurnakan 1,2,3 orang, malah ada yang nantang dibuktikan ya dibuktikan.

Karena risikonya berat, dulu sebelum KPU orang itu berlomba-lomba masuk ke Priok, karena bersih ya itu, risikonya tinggi kalau dulu sebelum KPU pada mau, sebelum saya di sini, orang bayar berapa pun mau, itu kan berarti sesuatu yang harus dihargai publik, yah sempurna belum lah tapi ada improvement.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads