Nyoman mengisi kursi komisaris utama BEI yang sempat kosong sekitar dua bulan pasca mundurnya Darmin Nasution. Meski belum pernah menjadi pelaku pasar secara langsung, Nyoman adalah orang lama yang telah melalang buana di banyak lembaga birokrasi negara. Sebut saja Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga Kementerian BUMN pernah dijamah olehnya.
Apa yang akan dilakukan Nyoman setelah menjadi komut BEI. Berikut hasil wawancara detikFinance dengan I Nyoman Tjager usai RUPSLB BEI di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja senang sekali bisa kembali bergabung dengan teman-teman pasar modal.
Sebelum di BEI, pernah duduk di lembaga mana saja?
Saya lama di birokrasi. Saya pernah di Bapepam, BKPM kemudian pernah juga di Kementerian BUMN.
Apa rencana ke depan dengan Bursa Efek Indonesia?
Wah kalau soal itu belum secara detail ya, karena saya kan baru saja terpilih. Namun tentunya akan melakukan koordinasi dengan jajaran dewan komisaris lainnya seperti pak Johnny Darmawan dan sebagainya. Dan tentunya mendukung apa yang telah tim direksi dan manajemen programkan.
Fokusnya apa?
Sebagai tahap awal tentunya kami sebagai dewan komisaris akan mengawasi rencana direksi dan manajemen dalam mengembangkan sistem IT.
Selain masalah IT, apa fokus lainnya?
Tentunya mengembangkan pasar modal Indonesia agar bisa mencakup lebih luas lagi, sebagaimana telah menjadi program direksi dan manajemen. Misinya kan membuat perdagangan pasar modal regional antar negara ASEAN. Sebagai dewan komisaris tentu kami akan mendukung sekaligus mengawasi rencana tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
Mengenai kondisi pasar modal sekarang bagaimana?
Saya lihat pasar modal Indonesia masih bagus. Kalau belakangan ini agak turun itu lebih kepada faktor kondisi global. Memang pasar modal di seluruh dunia sedang mengalami guncangan-guncangan. Tapi secara umum masih baik.
Selama ini kan pasar modal Indonesia lebih didorong oleh saham-saham komoditas. Ada rencana untuk mengembangkan yang lain?
Tentu sangat baik jika bisa diseimbangkan antara saham-saham komoditas dan yang lainnya. Tapi itu kan mekanisme pasarnya memang sedang mengarah kesana. Jadi yang bisa kami lakukan hanya mengupayakan, tapi semuanya kan tergantung pasar.
Mengenai BUMN-BUMN yang akan IPO?
Saya kira cukup bagus. BUMN-BUMN kita kan cukup baik. Jadi kalau memang banyak yang diprivatisasi atau IPO tentu akan menambah portofolio pasar modal Indonesia. Malah mungkin dengan banyaknya BUMN yang IPO bisa mendorong pasar modal lebih atraktif lagi.
Jadi optimistis dengan pasar modal Indonesia?
Ya tentu saja kami optimistis, pasar modal Indonesia dapat berkembang seperti yang diharapkan. (dro/ir)











































