Pilih UKM Ketimbang Jadi Politisi

Wawancara Sandiaga Uno

Pilih UKM Ketimbang Jadi Politisi

- detikFinance
Senin, 01 Sep 2008 09:15 WIB
Pilih UKM Ketimbang Jadi Politisi
Jakarta - Ketika ramai para eksekutif muda terjun ke dunia politik menjelang Pemilu 2009, pengusaha muda Sandiaga S Uno tetap setia di jalurnya dunia bisnis. Mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menilai Indonesia sudah surplus politikus. Alasan itulah yang membuatnya belum tertarik ke politik. Lalu ke mana Sandi berpijak?

Pria kelahiran Rumbai, 28 Juni 1969 tetap bersinar bintangnya meski kini tak lagi menjabat ketua umum Hipmi. Salah satu penggagas kredit usaha rakyat (KUR) itu kini dipercaya memegang jabatan Ketua Komite Tetap Bidang UKM Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Seperti mewarisi bakat bisnis dari keluarganya, putra Mien Uno ini juga mengaku tetap akan membesarkan Saratoga yang memiliki banyak grup usaha seperti Adaro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandi memang sempat merasa kehilangan pekerjaan selepas dari Hipmi. Tapi kini Sandi siap mengemban tugas barunya di KADIN untuk pengembangan sektor UKM di Indonesia. Ketika di Hipmi Sandi mempelopori penggunaan pakaian tradisional batik bagi kalangan pengusaha .

Berikut hasil wawancara khusus detikFinance dengan Sandi Uno disela acara perpisahan dengan HIPMI akhir pekan lalu di hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat malam (29/8/2008):

Bagaimana suka duka di Hipmi?


Ketika awal saya menjabat Ketua Umum Hipmi, banyak yang sangsi kalau saya bisa meneruskan jejak M Lutfi sebagai pimpinan sebelumnya. Hipmi dibawah M Lutfi memang mencapai hasil yang luar biasa dan sangat fenomenal, sehingga membutuhkan waktu bagi saya untuk dapat menyesuaikan diri di Hipmi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu?

Kalau tidak salah sekitar 6 bulan. Selama setengah tahun itu, saya melakukan pemetaan terlebih dahulu mengenai apa yang harus saya lakukan di HIPMI. Bahkan selama periode pemetaan, Hipmi belum ada suara sama sekali. Sampai-sampai ada yang bilang jangan-jangan Ketua Umum Hipmi yang baru itu gagu ya? Baru setelah proses pemetaan selesai, saya mulai bisa memberi suara di Hipmi.

Apa yang Anda lakukan setelah itu?

Pada masa pimpinan M Lutfi, salah satu pengembangan yang difokuskan HIPMI adalah sektor UKM. Ketika saya menjabat ketua umum, saya mencoba meneruskan program tersebut. Saya bersama tim di Hipmi kemudian merancang konsep penggalangan dana untuk pengambangan UKM. Waktu itu namanya kredit usaha kecil (KUK). Konsep tersebut rupanya mendapat sambutan dikalangan UKM. Jadilah apa yang sekarang dikenal dengan nama kredit usaha rakyat (KUR).

Kenapa UKM?


UKM merupakan bidang usaha yang ruang lingkupnya kecil. Namun jumlahnya sangat banyak. Berdasarkan perhitungan sekitar 90% dari bentuk usaha di Indonesia itu adalah UKM, sehingga bisa dibilang UKM adalah salah satu faktor penggerak utama ekonomi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, pengembangan UKM sangat signifikan untuk dikembangkan di Indonesia.

Fokus pengembangannya dimana?

Terutama di Jawa, karena jumlah UKM di Jawa sangat banyak. Hampir seluruh UKM terkonsentrasi di Jawa. Perhitungannya 1 dari 3 pengusaha di Jawa adalah UKM. Jadi fokus utamanya adalah pengembangan UKM di Jawa. Namun tentu UKM di daerah luar Jawa juga dikembangkan, hanya saja fokusnya terkonstrasi di Jawa.

Kalau tidak salah sosialisasi penggunaan batik dilakukan semasa anda menjabat Ketua Umum Hipmi?

Ya. Ceritanya begini. Suatu waktu kami sedang mengadakan pertemuan dengan Pak Jusuf Kalla. Ketika itu, semuanya mengenakan jas kecuali saya. Melihat hal tersebut, Pak Jusuf Kalla mengusulkan agar batik dapat dijadikan dresscode Hipmi untuk disosialisasikan penggunaannya. Kami setuju dengan usulan tersebut. Sejak itu, batik menjadi dresscode Hipmi dan rupanya cukup menjadikan batik kembali populer.

Setelah dari Hipmi mau kemana?


Pak Hidayat menunjuk saya untuk membantu beliau di Kadin. Beliau memberi kepercayaan pada saya untuk menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang UKM Kadin. Tugas saya adalah menjamin dan mengawasi pelaksanaan penyaluran KUR ke sektor UKM.

Berapa besar KUR yang akan disalurkan?


Kalau yang sudah kan sekitar Rp 9 triliun. Oktober nanti rencananya Kadin akan melakukan penandatanganan dengan 6 bank BUMN untuk penyaluran KUR yang baru sebesar Rp 7 triliun.

Bank apa saja?
Ada BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bukopin dan Bank Syariah Mandiri.

Akan disalurkan kemana saja?

Targetnya akan disalurkan ke sekitar 800 ribu UKM selama satu hingga satu setengah tahun ke depan. Sektor UKM yang diutamakan adalah UKM yang bergerak di bidang trading, pengusaha-pengusaha yang berbasis komoditas dan pengolahan. Kami juga mengharapkan dengan adanya KUR ini akan mendorong munculnya UKM yang memiliki GCG (Good Corporate Governance).

Kalau dari segi bisnis akan kemana?
Kalau secara bisnis saya masih fokus di Saratoga, karena itu yang saya pegang sendiri.

Tidak tertarik masuk politik?


Sejauh ini belum, karena memang saya lebih tertarik untuk pengembangan masyarakat seperti dengan mengembangkan UKM dan sebagainya. Lagipula menurut saya Indonesia sudah kebanyakan politikus, istilahnya surplus politikus.

Ke depan Hipmi bagaimana?
Tentu dengan terpilihnya pak Erwin Aksa kami yakin Hipmi akan semakin berkembang. Hampir semua program Hipmi ketika saya menjabat akan diteruskan oleh pimpinan yang baru. Malah ia punya gagasan baru yang bagus untuk Hipmi.

Bisa diceritakan?
Erwin Aksa mempunyai gagasan bahwa Hipmi harus siap memasuki era globalisasi. Oleh karena itu anggota-anggota Hipmi harus bisa membuka pasar.

Kira-kira bisa tercapai?

Tentunya agar Indonesia bisa masuk pasar ASEAN yang terintegrasi, jumlah entrepreneur harus ditingkatkan menjadi minimal sekitar 5% dari total jumlah penduduk. Sekarang jumlah enterpreneur disini masih sangat kurang. Kata pak Ciputra hanya sekitar 0,18% dari seluruh penduduk Indonesia.

Apa anda akan mengembangkan itu juga?

Ya rencananya secara kecil-kecilan saya berniat ke arah situ. Saya punya niat untuk membuat media online yang isinya mengulas para CEO (Chief Executive Officer), mulai dari awal usaha dia hingga mencapai kesuksesan. Tujuannya agar dapat memberi inspirasi bagi para pengusaha lokal untuk menjadi entrepreneur.

Selain Kadin, sekarang anda sibuk apa?
Sekarang saya sedang sibuk menjadi host untuk sebuah acara di radio Trijaya.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads