detikfinance

Mentan Luncurkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 31/01/2010 11:03 WIB
http://us.images.detik.com/content/2010/01/31/4/mentan.jpg Pool
Jakarta -Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meluncurkan peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA 2009). FSVA 2009 merupakan pemutakhiran dari Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas/FIA) yang diluncurkan tahun 2005.

Penyerahan secara simbolik FSVA 2009 itu dilakukan oleh Mentan kepada Gubernur NTB TGH Zainul Majdi disaksikan Direktur World Food Program Indonesia Coco Usyiyama di Mataram, NTB, Sabtu (30/1) kemarin.

"Peta FSVA ini basisnya kabupaten. Karena itu, diharapkan setiap pemerintah daerah dapat mengembangkan peta secara lebih rinci dengan basis kondisi mutakhir di tingkat kecamatan dan desa,’’ tegas Mentan Suswono dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (31/1/2010).


Suswono berharap kehadiran FSVA 2009 dapat menjadi basis dalam perencanaan dan penentuan sasaran program pembangunan di daerah, khususnya pemberdayaan masyarakat, kemandirian pangan dan pengentasan kemiskinan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Deptan Ahmad Suryana menjelaskan dari 346 kabupaten yang dianalisis, ada 100 kabupaten yang memiliki tingkat risiko kerentanan tinggi dan memerlukan skala prioritas penanganan. Dimana terdapat 30 kabupaten yang masuk dalam skala prioritas 1 diantaranya 11 kabupaten di Papua, enam kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), lima kabupaten di Papua Barat.

Sementara,  yang masuk dalam kategori prioritas 2 terdapat 30 kabupaten antara lain tujuh kabupaten di Kalimantan Barat, lima kabupaten di NTT, empat kabupaten di Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), dan  tiga kabupaten di Papua serta 40 kabupaten lainnya masuk dalam kategori prioritas 3 yaitu enam kabupaten di Kalimantan Tengah, lima kabupaten di Sulawesi Tengah dan empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB).


FSVA 2009 sendiri merupakan pemutakhiran dari Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas/FIA)  yang diluncurkan tahun 2005. Ada 13 indikator yang digunakan dalam penyusunan FSVA seperti aspek ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, pemanfaatan pangan, serta aspek kerentanan terhadap kerawanan pangan transien.


Pada kesempatan tersebut, Mentan juga mencanangkan gerakan kemandirian pangan dan percepatan diversifikasi pangan. Gerakan ini ditandai dengan penandatanganan MOU kerjasama antara BKP Deptan dengan PKK Pusat. MOU ditandatangani oleh Kepala BKP Ahmad Susyana dan Ketua PKK Pusat Fira Gamawan Fauzi.

Mentan juga meninjau serta berdialog dengan petani target program desa manndiri pangan di Kuripan, Lombok Barat, sentra program Bumi Sejuta Sapi di Pringgarata , Lombok Tengah, serta pusat pembibitan durian lokal di Narmada, Lombok Tengah.
(epi/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close