detikfinance

Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air

Ahmad Triyanto - detikfinance
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Jakarta - Maskapai penerbangan Citilink mulai hari ini membuka rute penerbangan Jakarta-Medan dan Medan-Jakarta. Penerbangan dengan rute baru ini dilakukan selama 2 kali sehari dengan menggunakan pesawat Boeing 737-300.

Melalui pembukaan rute baru ini, Citilink mencoba untuk mengambil alih pasar Adam Air yang telah lama tutup.

Peluncuran penerbangan perdana dilakukan poleh Direktur IT dan Starategi Garuda Elisa Lumbantoruan di Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin (15/3/2010).

"Rute penerbangan Jakarta-Medan merupakan rute domestik dengan pasar besar kedua setelah Jakarta-Surabaya, dan setiap tahun naiknya signifikan," ujar Elisa.

Citilink sengaja membuka rute ini untuk menyasar pasar menengah ke bawah. Meski harga murah, Elisa menjamin standar keselamatan penumpang terjaga, karena Citilink menggunakan standar operasi induk usahanya yaitu Garuda Indonesia.

Untuk masa promosi ini, tiket Citilink rute Jakarta-Medan dan Medan-Jakarta dipatok Rp 350 ribu sekali jalan.

Rencananya setelah membuka rute baru Jakarta-Medan ini, Citilink akan membuka rute untuk perjalanan Jakarta-Makassar, Jakarta-Pontianak, dan Jakarta-Pekanbaru.

(dnl/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.