detikfinance
Perencanaan Keuangan
Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®
Wealth Planner™
Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia

Mengubah Utang Jadi Aset, Mungkin kah?

Aidil Akbar Madjid - detikfinance
Rabu, 24/08/2011 10:38 WIB
Halaman 1 dari 2
Jakarta -Belakangan ini saya banyak lihat iklan tentang seminar tentang mengubah utang jadi aset yang hasilnya sangat luar biasa. Mungkinkah hal itu dan bagaimana caranya?

Terima Kasih

Gunawan, Freelance Translator

Jawaban:
Pak Gunawan,

Terima kasih atas email pertanyaannya. Jujur saya katakan bahwa saya belum pernah mengikuti seminar seperti yang dikatakan, akan tetapi membaca dari banyak artikel dan informasi tentang tata cara mengubah hutang menjadi aset dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam seminar tersebut diajarkan kisah sukses dalam mengembangkan usaha dengan menggunakan utang.

Sebenarnya berutang untuk dipergunakan sebagai modal berusaha bukan barang baru di dunia bisnis dan bagi pengusaha. Sayangnya tidak semua pengusaha bisa mendapatkan hutang terutama dari institusi keuangan seperti Bank. Dibutuhkan tingkat kepercayaan yang harus dibangun antara pengusaha dan institusi keuangan. Banyak pengusaha kecil (baca: pedagang) yang dikenal atau didengung-dengungkan oleh pemerintah sebagai pengusaha mikro yang memiliki kendala untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari institusi keuangan. Padahal pengusaha mikro dan kecil (UMKM) ini 'katanya' adalah dewa penyelamat dan penolong Indonesia dikala krisis keuangan melanda Negara kita ini diakhir tahun 90an.

Saya sendiri selain sebagai seorang konsultan Perencanaan Keuangan Keluarga sering juga dihadapi dengan klien / nasabah yang mempunyai usaha yang ingin dikembangkan akan tetapi kesulitan modal tambahan. Hal ini dipersulit dengan peraturan dari Bank Indonesia tentang tata cara penyaluran kredit dimana sejak krisis moneter bank-bank menjadi ekstra hati-hati dalam menyalurkan kredit yang membuat semakin sulit lagi bagi pengusaha kecil untuk mendapatkan kredit dari institusi keuangan. Belum lagi kredit untuk usaha kecil biasanya berbunga sangat tinggi sedangkan pengusaha kecil harus menghasilkan produk dengan harga semurah mungkin agar daya saing dari produk tersebut tinggi sehingga produk menjadi laku dan muda untuk dijual / tawarkan baik didalam maupun luar negeri. Belum lagi sikap mental dari masyarakat di Indonesia yang tidak ingin membayar lebih mahal untuk barang-barang buatan dalam negeri dibandingkan barang import.Next

Halaman 12
(qom/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut