detikfinance

Genta Nada Made in Depok Tembus Pasar Eropa

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 27/12/2011 17:23 WIB
Halaman 1 dari 3
//images.detik.com/content/2011/12/27/480/nadadalam.jpg
Jakarta -Kerajinan Genda Nada memang banyak dijual dimana-mana, mulai dari pasar sampai mal. Namun ditangan Abdul Madjid Gangga, genta nada dapat menjadi sesuatu kerajinan atau benda seni yang bernilai jutaan rupiah.

"Ini bukan genta nada sembarangan, ini kerajinan windchime (lonceng angin), satu-satunya di dunia. Dimana genta nada ini bisa menghasilkan suara musik etnis Indonesia, beda dengan genda nada umumnya yang asal bunyi teng-teng atau tok-tok, ini persis suara musik asli budaya etnis Indonesia," kata Abdul, ketika ditemui detikFinance dikediamannya di Depok, Minggu (25/12/11).

Abdul mengaku sejak 2002-2011 genta nada buatan tangannya sudah terjual ribuan buah, tidak hanya di dalam negeri tapi sudah sampai ke Italia, Kanada, Afrika Tengah dan negara-negara Eropa lainnya.

"Harga genta nada buatannya paling murah di jual Rp 750.000 dan yang termahal saat ini Rp 15.000.000 per unitnya. Padahal modal produksi untuk yang paling mahal saja tidak sampai Rp 5.000.000," ungkapnya.

Kenapa Abdul berani mematok harga selangit untuk produk kerajinannya. Dia bilang, kerajinan genta nada ini langka dan dia berani mengklaim produk genta nada buatannya merupakan yang terbaik di dunia saat ini. Hal itu ditunjukkannya dengan diraihnya The Real Windchime Gold Award 2010.

"Ini prestasi yang sulit digapai, dan yang memberikan penghargaan merupakai organisasi dunia, bukan sembarangan," jelasnya.

Memang, saat terpa angin, genta nada ini bergoyang dan mengeluarkan suara alunan musik yang sangat khas yakni etnis asli Indonesia.Next

Halaman 123
(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut