Membuat Gebrakan Resolusi Keuangan
Rabu, 18/01/2012 07:52 WIB
Jakarta - Tahun baru, semangat baru sudah tentu resolusi keuangan baru donk. Tapi sebelum kita buat resolusi baru, ada baiknya kita harus cek lagi apa yang sudah kita lakukan ditahun 2011 kemarin, apakah bagus atau jelek dan perbaikan apa yang bisa kita lakukan untuk tahun kedepannya.
Yang harus selalu dilakukan dan di cek kembali adalah apakah di tahun 2011 kemarin kita membuat atau menambah utang baru? Khususnya utang kartu kredit. Karena balik lagi, selama utang tersebut produktif tidak terlalu menjadi masalah, kecuali kita kewalahan bayar cicilannya. Tapi kalau utangnya konsumtif seperti utang kartu kredit, harus segera dilunasi. Percuma capek-capek kita nambung dengan bunga 2-3% atau deposito bunga 6% pertahun atau investasi ke reksadana dengan potensi hasil investasi antara 10%-25% per tahun, kalau tetap saja kita harus bayar bunga kartu kredit kita yang 4% per bulan alias 48% per tahun. Return 25% per tahun tidak ada artinya dibandingkan bunga yang 48% per tahun.
Jangan lupa juga untuk mengecek dana darurat kita apakah terpakai atau tidak. Kalau kira-kira terlanjur terpakai untuk kondisi darurat ditahun 2011 kemarin, otomatis kita juga harus mencicil kembali dana darurat tersebut agar mendapatkan nominal yang seharusnya sesuai dengan kebutuhan keuangan kita.
Selalu pastikan juga agar asuransi kita sudah dalam kondisi baik dan premi terbayar. Ada beberapa jenis asuransi yang harus kita miliki, antara lain asuransi aset, asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Asuransi aset berhubungan dengan aset yang kita miliki seperti rumah tinggal dan kendaraan. Dalam kondisi seperti saat ini dimana musim hujannya agak lumayan dan bisa hujan hampir setiap hari, berarti ada resiko terjadi banjir. Pastikan asuransi rumah kita tercover untuk resiko kebanjiran ini. Dengan hujan dan banjir akan banyak juga penyakit berdatangan yang biasanya berhubungan dengan penyakit perut. Cek kembali apakah asuransi dari kantor sudah cukup atau kalau tidak cukup pastikan asuransi tambahan anda juga cukup untuk meng-cover apabila anda atau anggota keluarga sampai ada yang harus dirawat dirumah sakit. Demikian juga dengan asuransi jiwa yang harus dihitung kebutuhannya setiap tahun.
Berikutnya yang harus dicek adalah investasi kita di tahun 2011 kemarin. Karena kondisi yang tidak stabil di Eropa di tahun 2011, pasar keuangan dan bursa turun cukup banyak. Banyak hal yang kita bisa jadikan pelajaran dari kondisi kemarin. Yang harus kita cek sebagai bahan untuk evaluasi adalah apakah disaat bursa turun, investasi kita sudah ter-diversifikasi dengan baik? Adakah produk investasi kita yang bisa menahan penurunan kemarin? Contoh produk keuangan yang naik adalah emas logam mulia.
Salah satu yang juga penting adalah kita mengecek tujuan keuangan jangka panjang. Mengapa demikian? Karenanya masih tujuan jangka panjang maka biayanya akan mahal karena faktor inflasi, contohnya dana pensiun. Keuntungan mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang adalah karena investasinya juga masih lama sekali, maka investasi yang dilakukan dari sekarang tidak terlalu besar.
Tidak kalah penting adalah untuk selalu meng-update surat wasiat dan membuat perencanaan waris. Banyak perencana keuangan yang hanya membahas Cash Flow, Utang, Tujuan Keuangan dll tapi tidak pernah memberikan solusi perencanaan waris yang benar. Padahal salah satu hal terpenting dalam mengurus perencanaan keuangan yang baik dan benar adalah dengan membuat perencanaan waris dan wasiat. Dengan menabung dan berinvestasi secara rutin setiap bulan, seiring dengan bertambahnya aset maupun utang maka ada baiknya kita mulai memikirkan bagaimana tanggung jawab hukum dan pembagian harta apabila kita sudah tidak ada nanti. Apakah anak-anak kita sudah cukup dewasa dan cakap secara hukum sehingga bisa menerima harta waris tersebut? Apabila belum cakap hukum apakah akan ada wali yang ditunjuk? Apakah kita sudah nyaman dengan wali tersebut? Apabila belum, berarti ditahun 2012 ini sudah waktunya anda mempersiapkan perencanaan waris dan membuat surat wasiat.
Terakhir, tidak ada salahnya untuk dilakukan adalah membuat tambahan dicicilan utang bulanan kita. Ingat semakin lebih besar kita membayar cicilan dari yang seharusnya, maka akan semakin kecil utang pokok kita. Perhitungan bunga (efektif) akan menghitung besaran bunga dari saldo sisa utang pokoknya. Otomatis perlahan-lahan dan sedikit-sedikit jumlah bunga yang kita bayar akan lebih sedikit.
(qom/qom)
Yang harus selalu dilakukan dan di cek kembali adalah apakah di tahun 2011 kemarin kita membuat atau menambah utang baru? Khususnya utang kartu kredit. Karena balik lagi, selama utang tersebut produktif tidak terlalu menjadi masalah, kecuali kita kewalahan bayar cicilannya. Tapi kalau utangnya konsumtif seperti utang kartu kredit, harus segera dilunasi. Percuma capek-capek kita nambung dengan bunga 2-3% atau deposito bunga 6% pertahun atau investasi ke reksadana dengan potensi hasil investasi antara 10%-25% per tahun, kalau tetap saja kita harus bayar bunga kartu kredit kita yang 4% per bulan alias 48% per tahun. Return 25% per tahun tidak ada artinya dibandingkan bunga yang 48% per tahun.
Jangan lupa juga untuk mengecek dana darurat kita apakah terpakai atau tidak. Kalau kira-kira terlanjur terpakai untuk kondisi darurat ditahun 2011 kemarin, otomatis kita juga harus mencicil kembali dana darurat tersebut agar mendapatkan nominal yang seharusnya sesuai dengan kebutuhan keuangan kita.
Selalu pastikan juga agar asuransi kita sudah dalam kondisi baik dan premi terbayar. Ada beberapa jenis asuransi yang harus kita miliki, antara lain asuransi aset, asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Asuransi aset berhubungan dengan aset yang kita miliki seperti rumah tinggal dan kendaraan. Dalam kondisi seperti saat ini dimana musim hujannya agak lumayan dan bisa hujan hampir setiap hari, berarti ada resiko terjadi banjir. Pastikan asuransi rumah kita tercover untuk resiko kebanjiran ini. Dengan hujan dan banjir akan banyak juga penyakit berdatangan yang biasanya berhubungan dengan penyakit perut. Cek kembali apakah asuransi dari kantor sudah cukup atau kalau tidak cukup pastikan asuransi tambahan anda juga cukup untuk meng-cover apabila anda atau anggota keluarga sampai ada yang harus dirawat dirumah sakit. Demikian juga dengan asuransi jiwa yang harus dihitung kebutuhannya setiap tahun.
Berikutnya yang harus dicek adalah investasi kita di tahun 2011 kemarin. Karena kondisi yang tidak stabil di Eropa di tahun 2011, pasar keuangan dan bursa turun cukup banyak. Banyak hal yang kita bisa jadikan pelajaran dari kondisi kemarin. Yang harus kita cek sebagai bahan untuk evaluasi adalah apakah disaat bursa turun, investasi kita sudah ter-diversifikasi dengan baik? Adakah produk investasi kita yang bisa menahan penurunan kemarin? Contoh produk keuangan yang naik adalah emas logam mulia.
Salah satu yang juga penting adalah kita mengecek tujuan keuangan jangka panjang. Mengapa demikian? Karenanya masih tujuan jangka panjang maka biayanya akan mahal karena faktor inflasi, contohnya dana pensiun. Keuntungan mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang adalah karena investasinya juga masih lama sekali, maka investasi yang dilakukan dari sekarang tidak terlalu besar.
Tidak kalah penting adalah untuk selalu meng-update surat wasiat dan membuat perencanaan waris. Banyak perencana keuangan yang hanya membahas Cash Flow, Utang, Tujuan Keuangan dll tapi tidak pernah memberikan solusi perencanaan waris yang benar. Padahal salah satu hal terpenting dalam mengurus perencanaan keuangan yang baik dan benar adalah dengan membuat perencanaan waris dan wasiat. Dengan menabung dan berinvestasi secara rutin setiap bulan, seiring dengan bertambahnya aset maupun utang maka ada baiknya kita mulai memikirkan bagaimana tanggung jawab hukum dan pembagian harta apabila kita sudah tidak ada nanti. Apakah anak-anak kita sudah cukup dewasa dan cakap secara hukum sehingga bisa menerima harta waris tersebut? Apabila belum cakap hukum apakah akan ada wali yang ditunjuk? Apakah kita sudah nyaman dengan wali tersebut? Apabila belum, berarti ditahun 2012 ini sudah waktunya anda mempersiapkan perencanaan waris dan membuat surat wasiat.
Terakhir, tidak ada salahnya untuk dilakukan adalah membuat tambahan dicicilan utang bulanan kita. Ingat semakin lebih besar kita membayar cicilan dari yang seharusnya, maka akan semakin kecil utang pokok kita. Perhitungan bunga (efektif) akan menghitung besaran bunga dari saldo sisa utang pokoknya. Otomatis perlahan-lahan dan sedikit-sedikit jumlah bunga yang kita bayar akan lebih sedikit.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
