Berbisnis pun Butuh Cinta
Selasa, 14/02/2012 07:24 WIB
Jakarta - All you need is love, love; love is all you need. Demikianlah sepenggal lirik lagu dari The Beatles. Grup band asal Inggris itu memang bukan konsultan bisnis saat menyanyikan lagu tersebut. Tapi liriknya bisa Anda terapkan untuk menjalankan bisnis.
Memang cinta itu selalu dibutuhkan di mana-mana, tak terkecuali di sebuah bisnis. Sebuah bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang pesat jika ada cinta di dalamnya. Di hari kasih sayang ini, marilah kita melihat apa yang bisa cinta lakukan terhadap bisnis, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (13/21/2012).
1. Cintai profesi anda
Jika anda punya hasrat dalam apa yang anda kerjakan, dan benar-benar menghargai setiap hal yang anda lakukan, maka profesi yang anda pilih bisa berkembang dengan baik. Anda akan memberikan energi positif, antusiasme dan kasih sayang kepada bisnis yang anda tekuni.
Semuanya akan membawa anda menghadapi semua cobaan yang bisa terjadi di perjalanan karir anda, mulai dari laporan yang menggunung sampai batalnya kesepakatan bisnis. Anda juga akan merasa termotivasi meski sedang menghadapi kegagalan, karena anda mencintai pekerjaan anda.
2. Cintai pelanggan anda
Tanpa pelanggan, anda tidak akan punya bisnis, tapi banyak dari kita yang tidak benar-benar mencintai para konsumen tersebut. Janganlah sering mengganggu mereka dengan sering bertanya apa yang mereka mau atau yang mereka butuhkan. Pada bulan penuh cinta ini, cari cara untuk bisa mengerti kebutuhan mereka tanpa berkomunikasi langsung.
3. Cintai karyawan anda
Bukan, maksudnya bukan anda harus mempunyai hubungan spesial antara bos dan karyawan, tapi cintailah mereka dengan cara menghormati, memperlakukan secara adil, menghargai kontirbusinya, biarkan mereka punya inisiatif, dan beri ucapan terima kasih setelah mereka bekerja keras.
Dengan kondisi ekonomi dunia yang masih krisis, para karyawan anda harus bekerja lebih keras lagi untuk menangkap semua kesempatan yang ada, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan di masa seperti ini.
Menghormati karyawan tidak perlu dengan memberikan kenaikkan gaji atau bonus (meski itu akan lebih baik jika memungkinkan untuk dilakukan), cukup perlakukan mereka dengan adil itu lebih penting.
4. Cintai atasan anda
Jika anda tidak punya bisnis, tapi merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan, cobalah perbaiki hubungan antara anda dengan atasan. Apalagi jika perusahaan anda tidak besar, hubungan antara karyawan dan atasan sangat penting.
Bos anda mungkin lebih pusing karena harus memikirkan kelangsungan hidup perusahaan apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Bersikaplah lebih suportif, fleksibel dan energik terhadap pergerakan perusahaan. Kerahkan segala daya dan upaya supaya perusahaan anda tetap berkembang.
5. Cintai retailer, distributor dan tenaga penjual anda
Mereka inilah yang menjadi ujung tombak bisnis anda, mereka lah yang membawa produk anda ke hadapan pelanggan. Memang benar, kadang mereka bisa membuat anda frustasi (saat tidak bisa menjual lebih banyak barang). Terus beri mereka motivasi, dan bonus jika berhasil menembus target. Beri mereka arahan menuju sukses.
6. Cintai bankir anda
Jika anda ingin bankir mencintai anda (percayalah, anda pasti ingin), maka anda harus bisa membuat mereka mengerti mengenai apa yang terjadi di bisnis anda. Tetaplah berkomunikasi, beritahu mereka mengenai rencana bisnis sekaligus situasi keuangan anda.
Jadilah nasabah favorit di bank anda, walaupun anda cuma punya simpanan yang kecil. Dengan dipercaya oleh mereka, kesempatan untuk meminjam uang akan lebih mudah.
7. Cintai suplier anda
Suplier dengan tata cara pembayaran yang teratur sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis. Aturlah tata cara pembayaran dan pengiriman yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Jika anda mencintai mereka, maka mereka pasti akan mencintai anda.
Janganlah ditutup-tutupi jika anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biarkan mereka tahu perkembangan perusahaan anda sehingga mereka tak segan berbisnis dengan anda.
8. Cintai masa depan
Memang benar kita masih hidup dan berbisnis di masa kini, masa saat krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS), tapi untuk Asia masih bisa bernafas lega karena ekonomi masih berkembang. Maka dari itu, kita lah yang akan mengubah dunia, melalui berbagai bisnis yang kita lakukan, dan yang kita perlukan hanyalah cinta.
(ang/qom)
Memang cinta itu selalu dibutuhkan di mana-mana, tak terkecuali di sebuah bisnis. Sebuah bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang pesat jika ada cinta di dalamnya. Di hari kasih sayang ini, marilah kita melihat apa yang bisa cinta lakukan terhadap bisnis, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (13/21/2012).
1. Cintai profesi anda
Jika anda punya hasrat dalam apa yang anda kerjakan, dan benar-benar menghargai setiap hal yang anda lakukan, maka profesi yang anda pilih bisa berkembang dengan baik. Anda akan memberikan energi positif, antusiasme dan kasih sayang kepada bisnis yang anda tekuni.
Semuanya akan membawa anda menghadapi semua cobaan yang bisa terjadi di perjalanan karir anda, mulai dari laporan yang menggunung sampai batalnya kesepakatan bisnis. Anda juga akan merasa termotivasi meski sedang menghadapi kegagalan, karena anda mencintai pekerjaan anda.
2. Cintai pelanggan anda
Tanpa pelanggan, anda tidak akan punya bisnis, tapi banyak dari kita yang tidak benar-benar mencintai para konsumen tersebut. Janganlah sering mengganggu mereka dengan sering bertanya apa yang mereka mau atau yang mereka butuhkan. Pada bulan penuh cinta ini, cari cara untuk bisa mengerti kebutuhan mereka tanpa berkomunikasi langsung.
3. Cintai karyawan anda
Bukan, maksudnya bukan anda harus mempunyai hubungan spesial antara bos dan karyawan, tapi cintailah mereka dengan cara menghormati, memperlakukan secara adil, menghargai kontirbusinya, biarkan mereka punya inisiatif, dan beri ucapan terima kasih setelah mereka bekerja keras.
Dengan kondisi ekonomi dunia yang masih krisis, para karyawan anda harus bekerja lebih keras lagi untuk menangkap semua kesempatan yang ada, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan di masa seperti ini.
Menghormati karyawan tidak perlu dengan memberikan kenaikkan gaji atau bonus (meski itu akan lebih baik jika memungkinkan untuk dilakukan), cukup perlakukan mereka dengan adil itu lebih penting.
4. Cintai atasan anda
Jika anda tidak punya bisnis, tapi merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan, cobalah perbaiki hubungan antara anda dengan atasan. Apalagi jika perusahaan anda tidak besar, hubungan antara karyawan dan atasan sangat penting.
Bos anda mungkin lebih pusing karena harus memikirkan kelangsungan hidup perusahaan apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Bersikaplah lebih suportif, fleksibel dan energik terhadap pergerakan perusahaan. Kerahkan segala daya dan upaya supaya perusahaan anda tetap berkembang.
5. Cintai retailer, distributor dan tenaga penjual anda
Mereka inilah yang menjadi ujung tombak bisnis anda, mereka lah yang membawa produk anda ke hadapan pelanggan. Memang benar, kadang mereka bisa membuat anda frustasi (saat tidak bisa menjual lebih banyak barang). Terus beri mereka motivasi, dan bonus jika berhasil menembus target. Beri mereka arahan menuju sukses.
6. Cintai bankir anda
Jika anda ingin bankir mencintai anda (percayalah, anda pasti ingin), maka anda harus bisa membuat mereka mengerti mengenai apa yang terjadi di bisnis anda. Tetaplah berkomunikasi, beritahu mereka mengenai rencana bisnis sekaligus situasi keuangan anda.
Jadilah nasabah favorit di bank anda, walaupun anda cuma punya simpanan yang kecil. Dengan dipercaya oleh mereka, kesempatan untuk meminjam uang akan lebih mudah.
7. Cintai suplier anda
Suplier dengan tata cara pembayaran yang teratur sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis. Aturlah tata cara pembayaran dan pengiriman yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Jika anda mencintai mereka, maka mereka pasti akan mencintai anda.
Janganlah ditutup-tutupi jika anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biarkan mereka tahu perkembangan perusahaan anda sehingga mereka tak segan berbisnis dengan anda.
8. Cintai masa depan
Memang benar kita masih hidup dan berbisnis di masa kini, masa saat krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS), tapi untuk Asia masih bisa bernafas lega karena ekonomi masih berkembang. Maka dari itu, kita lah yang akan mengubah dunia, melalui berbagai bisnis yang kita lakukan, dan yang kita perlukan hanyalah cinta.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
