CIMB Niaga Pasrah Tak Jadi 'Jawara' KPR
Rabu, 22/02/2012 13:27 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Perbankan saat ini tengah gencar bertarung di sektor kredit properti, diantaranya rumah maupun apartemen. PT Bank CIMB Niaga Tbk mengaku pasrah jika harus tersingkir sebagai 'jawara' KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, sebelum menjadi CIMB Niaga, bank yang bernama Bank Niaga dulu merupakan bank kedua terbesar di bisnis KPR setelah Bank Tabungan Negara (BTN).
"Dulu Bank Niaga berada di posisi kedua setelah BTN. Kalau sekarang kita harus siap-siap karena akan turun peringkat mungkin jadi peringkat tiga atau lima besar," ujar Arwin di kantornya, Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Dikatakan Arwin, saat ini total KPR yang telah dikucurkan Bank CIMB Niaga mencapai Rp 18 triliun dan diharapkan bisa bertambah Rp 5 triliun sepanjang 2012 ini.
"Suku bunga KPR kita single digit di kisaran 8,5-9,5% tergantung kerjasama dengan developer (pengembang) rumah," kata Arwin.
Menurut laporan Bank Indonesia (BI), kredit Sektor properti yang disalurkan perbankan hingga Desember 2011 mencapai Rp 301,27 triliun. Angka itu meningkat 24% dibandingkan periode yang sama di 2010 sebesar Rp 241,65 triliun.
Pertumbuhan kredit properti tersebut didorong oleh segmen Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) yang tembus Rp 182,63 triliun.
(dnl/hen)
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, sebelum menjadi CIMB Niaga, bank yang bernama Bank Niaga dulu merupakan bank kedua terbesar di bisnis KPR setelah Bank Tabungan Negara (BTN).
"Dulu Bank Niaga berada di posisi kedua setelah BTN. Kalau sekarang kita harus siap-siap karena akan turun peringkat mungkin jadi peringkat tiga atau lima besar," ujar Arwin di kantornya, Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Dikatakan Arwin, saat ini total KPR yang telah dikucurkan Bank CIMB Niaga mencapai Rp 18 triliun dan diharapkan bisa bertambah Rp 5 triliun sepanjang 2012 ini.
"Suku bunga KPR kita single digit di kisaran 8,5-9,5% tergantung kerjasama dengan developer (pengembang) rumah," kata Arwin.
Menurut laporan Bank Indonesia (BI), kredit Sektor properti yang disalurkan perbankan hingga Desember 2011 mencapai Rp 301,27 triliun. Angka itu meningkat 24% dibandingkan periode yang sama di 2010 sebesar Rp 241,65 triliun.
Pertumbuhan kredit properti tersebut didorong oleh segmen Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) yang tembus Rp 182,63 triliun.
(dnl/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
