Emotive style ini dilakukan oleh orang yang disebut memiliki high dominant atau posisi tinggi. "Menteri BUMN kan posisinya tinggi. Juga tinggi sosiabilitasnya," kata Effendi saat dihubungi detikFinance (22/03/2012).
Pria kelahiran Padang 5 Desember 1966 ini berharap tindakan yang diambil Dahlan bukan hanya gertakan yang bersifat sementara saja. Ia berharap, aksi Dahlan bisa memperbaiki sistem yang ada seperti yang dilakukan Mantan Wapres Jusuf Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kalian nggak bisa nyediain benih, nggak bisa nyediain pupuk buat petani, saya jual kementerian kalian ini! (Effendi menirukan Jusuf Kalla), Nah itu ditanggapi, lalu kita jadi ada swasembada beras kan tahun 2009. Jadi artinya dia tidak hanya emotive style, tidak hanya dianggap pencitraan kalau dia kemudian menimbulkan sistem yang lebih baik," ujar Effendi.
Dahlan memang dikenal banyak melakukan gebrakan-gebrakan atau terobosan, misalnya yang terbaru antaralain program pembuatan Mobil Berbahan Bakar Listrik yang direncanakan akan mulai diproduksi tahun 2014. Namun, menurut Effendi Dahlan tidak selalu melakukan terobosan yang disambut baik pemerintah maupun rakyat, ada wacana yang dianggap tidak masuk akal yaitu rencana dia mengizinkan motor beroda dua masuk jalan tol.
"Ada juga ya beberapa yang rada ngaco, misalnya kalau kata dia nanti motor bisa lewat jalan tol. Nah itu yang saya sebut emotive tapi tidak memperbaiki sistem. Bisa dibayangin dong motor yang seperti apa, yang kecepatan berapa. Nah itu yang emotive, cuma mengelegar-gelegar tapi hasilnya aduh saya bisa bayangkan," ujar Effendi sedikit prihatin.
Usulan ini membuat Effendi mengerutkan keningnya. Menurut Effendi contoh ini merupakan gebrakan yang cenderung tidak berisi apa-apa. Ia berharap Dahlan harus memiliki sifat supportive style seperti JK yang melakukan gebrakan yang dapat memperbaiki sistem yang ada.
(zul/hen)











































