detikfinance

IMF Minta Pemerintah RI Hapus Subsidi BBM Dkk

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 06/07/2012 18:09 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/06/1034/181104_spbubaruluar.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan Indonesia jangan terlalu boros untuk anggaran subsidi. Dalam jangka panjang, subsidi energi termasuk BBM harus dihilangkan.

Kepala Divisi Departemen Asia Pasifik IMF Sanjaya Panth menyayangkan kebijakan Indonesia yang terlalu boros menetapkan belanja subsidi.

"Jadi ini bukan masalah tingkat bahaya karena defisit, tetapi ini masalah penggunaan sumber, yang dapat diperuntukkan selain subsidi, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, yang merupakan keperluan mendesak," ujar Sanjaya dalam diskusi dengan wartawan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Untuk itu, lanjut Sanjaya, pihaknya merekomendasikan agar pemerintah secara perlahan-lahan mengurangi subsidi ini. "Rekomendasi kami dalam jangka panjang dan menengah untuk secara bertahap menghilangkan semua subsidi energi," jelas Sanjaya.

Dia menambahkan, bantuan tunai lebih baik diberikan dibandingkan subsidi untuk energi yang belum tentu tepat sasaran.

"Perlu mengganti dengan transfer tunai kepada rentan. Sangat penting untuk melindungi masyarakat miskin, karena subsidi ini tidak akan selalu kepada orang miskin. Inilah yang perlu ditentukan pemerintah dan parlemen," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, konsumsi BBM subsidi yang terus menerus naik tiap tahun membuat anggaran subsidi terus jebol dari target. Tahun ini, diperkirakan anggaran subsidi BBM bakal lewat target Rp 79,4 triliun.

Selain masalah subsidi, IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 6,1%. Hal ini karena perbaikan krisis yang belum maksimal.

"Pemulihan yang terjadi tidak sebaik yang kami kira," pungkas Sanjaya.



(nia/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-

    How To Make Money in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut
    MustRead close