Belum lagi memikirkan modal untuk menikah: mas kawin, sewa gedung, baju pernikahan, catering, dekorasi, bulan madu, dan masih banyak lagi. Tapi, jangan takut dulu, karena merencanakan pernikahan dan mempersiapkan keuangan Anda untuk itu tidak terlalu sulit, kok!
Berikut ini tipsnya seperti dikutip detikFinance dari situs MyWealth milik Citigroup, Kamis (16/1/2014).
|
Siapa yang membiayai pernikahan?
|
Bagaimana pembagian pembiayaan dilakukan? Apakah biaya ditanggung bersama atau satu pihak saja? Jika ada patungan, pembagiannya bisa berdasar pada pembagian tugas, atau pembagian prosentase biaya. Berdasarkan anggaran yang Anda miliki, tentukan seberapa besar pernikahan akan dilakukan dan berapa orang yang diundang.
Mulai Menabung Secepatnya
|
Untuk membuat Anda termotivasi, siapkan gol finansial pernikahan Anda per bulan, selama antara 6-12 bulan sebelum hari H. Misalkan, pada H-6 bulan, Anda sudah harus bisa membayar DP catering dan sewa gedung. Pada H-5 bulan, Anda sudah harus bisa membeli suvenir dan DP undangan pernikahan. Hal ini akan membuat pembiayaan pernikahan tidak terasa terlalu berat karena sudah dicicil sebelumnya.
Ingat, sesuaikan pernikahan dengan kemampuan finansial Anda. Jangan sampai Anda harus berhutang untuk menikah, karena bagaimanapun yang terpenting dari pernikahan adalah sahnya Anda berdua sebagai suami-istri dan bagaimana Anda bisa mempertahankan pernikahan tersebut sampai akhir hayat.
Kurangi Pengeluaran Pernikahan
|
Kedua, adakan satu kali acara saja – gabungkan akad nikah / pemberkatan dengan resepsi dan/atau ngunduh mantu. Tidak perlu mengadakan dua kali resepsi yang berbeda – dari keluarga pihak perempuan dan dari keluarga pihak laki-laki. Dengan begitu biaya untuk catering dan cetak undangan akan berkurang.
Ketiga, selektiflah dalam memilih undangan. Tidak perlu mengundang semua orang yang Anda kenal, cukup keluarga, kerabat dan teman-teman dekat yang Anda inginkan untuk berbagi hari istimewa ini. Untuk mereka yang tidak diundang, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan, atau memasang iklan di media cetak yang mengumumkan pernikahan Anda.
Keempat, sewa, sewa, sewa. Sewalah pakaian pengantin Anda, karena biayanya seringkali lebih murah dibandingkan dengan membeli sendiri. Menyewa juga mencegah Anda dari kemubaziran, karena umumnya baju pengantin hanya digunakan sekali seumur hidup. Jika memang Anda memutuskan untuk membeli, maka belilah pakaian yang kiranya bisa Anda gunakan lagi untuk acara lain.
Kelima, daripada menyewa jasa profesional yang mahal, mintalah bantuan dari teman dan kerabat dalam hal fotografi, dekorasi, cetak undangan, dan rias pengantin.
Nah, ternyata mempersiapkan keuangan Anda untuk menikah tidak terlalu sulit bukan? Selamat mencoba!
Halaman 4 dari 5