Wajah Modern Kereta Api RI, dari Mesin Tiket Canggih Hingga Pramugari Cantik

Wajah Modern Kereta Api RI, dari Mesin Tiket Canggih Hingga Pramugari Cantik

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2015 07:30 WIB
Wajah Modern Kereta Api RI, dari Mesin Tiket Canggih Hingga Pramugari Cantik
Jakarta - Transportasi perkeretaapian Indonesia terus berbenah. Sempat dinilai salah urus pada periode 2010 ke bawah, kini transportasi kereta menjelma menjadi salah satu moda angkutan massal unggulan untuk berpergian di tanah air. Pengelolaan perekertaapian saat ini, masih dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama 2 anak usahanya, yakni PT KAI Commuter Jabodetabek dan PT Railink.

Perubahan layanan, revitalisasi wajah stasiun, penerapan teknologi di perkeretapian hingga petugas kereta cantik menambah daya pikat masyarakat memakai moda transportasi berbasis rel tersebut.

Bahkan fasilitas layanan tiket kereta yang memanfaatkan teknologi vending machine ticket, bisa disamakan dengan fasilitas yang ada di stasiun MRT Singapura. Berikut ini wajah modern moda transportasi kereta Indonesia, seperti dirangkum oleh detikFinance, Selasa (13/4/2015).

1. Mesin ATM Tiket Yang Tidak Ada di Bandara RI

KAI selaku operator kereta api, telah menyediakan fasilitas penjualan dan pemesanan tiket otomatis seperti sebuah mesin ATM tiket. atau familiar disebut Vending Machine Ticket. ATM tiket ini telah beroperasi di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat.

Fasilitas ini bisa menjadi alternatif bagi pengguna jasa kereta untuk membeli dan memesan tiket tanpa antre di stasiun, serta mempersempit ruang gerak para calo dan joki tiket. Lantas apakah layanan tersebut sudah ada di moda lain seperti di bandara-bandara Indonesia?

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan, fasilitas ATM tiket otomatis ini baru tersedia pada moda transportasi kereta saja. Fasilitas vending machine telah tersedia pada stasiun di Jakarta dan stasiun kereta di Bandara Kualanamu dan Stasiun Medan.

"Ini pertama. Dugaan saya, moda angkutan lain (seperti pesawat), belum ada elektronik kios (ATM tiket)," kata Edi saat peluncuran E-Kiosk di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

2. Stasiun Gambir dan Stasiun Senen Seperti Singapura

Pembelian dan pemesanan tiket memanfaatkan vending machine ticket telah ditemui pada stasiun kereta dunia seperti pada stasiun kereta MRT di Singapura. Penumpang cukup menentukan rute yang dituju selanjutnya membayar sejumlah uang untuk memperoleh tiket harian. Seperti Singapura, KAI meluncurkan fasilitas vending machine untuk layanan kereta api jarak jauh.

"Saya lihat di Singapura sama China. China beda sistemnya. Kalau Singapura hampir sama," kata VP Head of Corporate Communication KAI, Agus Komarudin.

3. Bebas Calo Tiket

KAIΒ  mengklaim, penjualan tiket kereta api telah terbebas dari praktik percaloan. Lewat skema boarding, pengguna jasa kereta jarak jauh wajib menunjukkan tanda pengenal sebelum berangkat. Bila nama yang tertera di tiket dan identitas berbeda, jangan harap penumpang bisa masuk ke dalam kereta.

"Calo nggak bisa. Bedakan calo sama joki. Joki nggak bisa apa-apa. Calo dia beli tunai Rp 200 ribu kemudian dijual Rp 400 ribu. Mana mungkin saat boarding di cek kartu identitas," Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat peluncuran E-Kiosk di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

4. Toilet dan Wajah Stasiun 'Bersih'

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) selaku operator Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Jabodetabek terus melakukan pembenahan pelayanan pada armada dan stasiun KRL. Selain menambah frekuensi perjalanan KRL, anak usaha KAI itu juga menata wajah armada kereta dan stasiun.

Wajah stasiun KRL sangat tertata rapi. Begitu juga fasilitas toilet yang tersedia. Nuansa modern di stasiun bertambah dengan adanya teknologi di stasiun KRL yakni fasilitas pintu otomatis untuk membaca tiket elektronik harian dan multitrip.

Wajah stasiun yang bebas PKL dan preman juga tampak pada stasiun-stasiun besar untuk kedatangan dan keberangkatan kereta jarak jauh.

5. Kereta Bandara Pertama di Bandara Kualanamu

Anak usaha PT KAI, PT Railink menawarkan layanan perjalanan angkutan massal rute Medan-Bandara Kualanamu. Fasilitas ini merupakan layanan kereta bandara pertama di Indonesia.

PT Railink menggunakan kereta impor dari Korea Selatan untuk melayani masyarakat dari atau ke Bandara Kualanamu. Layanan kereta dibuka dari pukul 04.00 WIB hingga 21.30 WIB. Dengan merogoh kocek Rp 100.000 untuk sekali jalan, penumpang bisa menikmati fasilitas kereta khusus bandara pertama di Indonesia itu. Waktu tempuh kereta bandara berkisar 30 menit sedangkan angkutan darat bisa memakan waktu 1 jam.

Saat berada di dalam kereta, perjalanan selama 30 menit serasa cepat karena penumpang bisa duduk nyaman sambil dihibur alunan musik di dalam kereta. Fasilitas stasiun kedatangan maupun keberangkatan dihiasi interior modern sehingga membuat penumpang merasa nyaman menunggu keberangkatan kereta.

6. Pramugari Cantik di Kereta

KAI menghadirkan pramugari-pramugari berwajah cantik pada perjalanan kereta bisnis dan eksekutif. Pramugari-pramugari tersebut umumnya berusia 20 tahunan. Meski berusia muda, pramugari tersebut bisa memperoleh gaji bulanan mencapai Rp 7 juta.

Dengan senyum nan ramah dan berwajah cantik, pramugari kereta siap menyambut para penumpang di pintu kereta. Pramugari ini juga akan melayani atau penumpang selama perjalanan layaknya pramugari di pesawat udara. Selain pramugari cantik, wajah manis dan ayu selalu menyambut para penumpang yang ingin bertanya di customer service yang ada di stasiun-stasiun besar.
Halaman 3 dari 7
(feb/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads