Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kembali dilanjutkan. Pekerjaan konstruksi sudah dilakukan pasca PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan konsorsium BUMN Indonesia dan China, mengantongi
izin pembangunan prasarana kereta untuk segmen CK 95+000 sampai dengan CK 100+000.
"Kalau kereta cepat itu sudah mulai konstruksinya," kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Karena pembangunan sudah dimulai kembali, perjanjian pembiayaan antara konsorsium kereta cepat dengan China Development Bank (CDB) sebagai kreditur bisa tuntas pada akhir April 2016. CDB sendiri akan membiayai 70% dari nilai mega proyek High Speed Train (HST) sepanjang 142 kilometer (km), sisanya ditanggung konsorsium. Total kebutuhan dana pada proyek HST ialah US$ 5,1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan sebelum akhir April sudah ditandatangani. Kalau ditandatangani secara menyeluruh ya, tapi kalau
disbursement-nya dihubungkan dengan konstruksi. Tapi kalau dana, total US$ 5,1 miliar," tuturnya.
(feb/hns)