Perkuat Pengaman Pasar Modal via Kartu Akses

Perkuat Pengaman Pasar Modal via Kartu Akses

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2010 14:48 WIB
Jakarta - Jakarta - Infrastruktur yang relatif kuat kini sangat diperlukan oleh pengelola bursa di tengah tingginya tuntutan perkembangan pasar lokal dan internasional. Pasalnya, selama ini banyak kasus nasabah yang tidak tercatat di pasar modal disamping untuk meningkatkan efisiensi penggunan sumber yang ada. MakaΒ  Bapepam-LK selaku regulator berusaha memperbaiki dan memperkuat infrastruktur yang ada di pasar modal, diantaranyaΒ  dengan meluncurkan Kartu Akses sebagai cikal bakal Single ID bagi investor.

Direktur utama KSEI Ananta Wiyogo mengatakan, salah satu cara pengamanan pasar modal melalui sosialisasi penerapan identitas tunggal (Single ID) bagi para investor. Dimana PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah meluncurkan kembali kartu Akses (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dengan tampilan baru.

"Upaya ini merupakan komitmen KSEI sebagai salah satu SRO (Self Regulatory Organization) untuk memberikan perlindungan dan transparansi bagi para investor,"katanya dalam acara sosialisasi penerapan identitas tunggal (single ID) bagi investor di pasar modal," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, kartu Akses sebelumnya bernama Fasilitas Investor Area yang kemudian berganti menjadi fasilitas Akses dan terakhir adalah kartu Akses. Melalui kartu Akses, maka investor bisa mendapatkan sarana informasi dengan mengakses dan memonitor data posisi serta mutasi efek dan sekuritas miliknya yang disimpan dalam sub rekening efek di KSEI secara online.

Hingga saat ini rekening yang tercatat di KSEI mencapai 356 ribu rekening, namun dari jumlah sebanyak itu yang memiliki kartu akses baru sekitar 13 ribu investor. "Masih belum optimalnya respon investor terlihat dari minimnya jumlah pemegang kartu Akses yang terdaftar di KSEI," ungakapnya.

Mengingat masih minimnya pelaku investor memegang kartu Akses, KSEI sangat berkepentingan untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai kartu Akses ini sebagi bagian dari komitmen untuk meningkatkan citra pasar modal yang transparan dan terpercaya bagi investor pelaku pasar modal. Rencananya, sosialisasi tentang katu Akses akan dilakukan lebih awal.

Dia mengungkapkan, selama ini para investor masih belum bisa mengakses rekeningnya secara bebas. Akibat ketidakbebasan itu, saat ini banyak asset investor yang disalahgunakan oleh para perusahaan efek. Diharapkan, dengan adanya kartu Akses ini para nasabah dapat mengecek rekeningnya secara berkala. "Nasabah punya peranan yang penting untuk mengamankan asetnya. Tidak akan ada lagi nasabah yang dimanfaatkan asetnya oleh para perusahaan efek, khususnya mereka yang nakal. Sehingga kasus Sarijaya tidak akan terulang lagi," tegasnya.

Asal tahu saja, kartu Akses diluncurkan sebagai bentuk pengenalan Single ID untuk para investor, di mana nantinya selain dapat digunakan untuk mengecek saham yang dimiliki oleh para investor, kartu Akses ini juga dapat digunakan untuk mengecek rekening yang dimiliki. Namun saat ini kartu tersebut baru dapat digunakan untuk memonitor transaksi saham yang dimiliki para investor. Kedepan, kartu ini akan dapat digunakan untuk mengecek rekening juga.Dari peluncuran kartu Akses ini, ditargetkan para investor yang memanfaatkan fasilitas ini sebanyak 50% dari total rekening yang saat ini tercatat. "Target dalam sosialisasi ini selama setahun ke depan adalah dapat meningkatkan pemilik kartu Akses menjadi 180 ribu investor atau setara dengan 50% rekening yang saat ini tercatat," jelasnya.

Selain itu, dari kartu Akses diyakini tidak hanya memberikan pengaruh positif bagi para investor. Namun juga pengaruh bagi kinerja perusahaan efek pula. Melalui cara ini, dipastikan tidak bakal ditemukan perusahaan efek yang menggunakan aset investor untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Sementara Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia Lily Widajaya menyampaikan dukungannya terhadap kartu Akses atau akan lebih dikenal sebagai Single ID. Pasalnya, seiring majunya perkembangan pasar modal, tentunya keterbukaan informasi sudah menjadi kebutuhan dan menjadi tuntutan utama dalam berinvestasi guna memenuhi kenyaman para nasabah.Dia berharap, ke depan kartu ini dapat memberikan informasi yang transparan dan realtime, juga dapat menciptakanpasar modal yang bersaing secara global. "Dengan cara sistem ini, perusahaan efek akan semakin didukung untuk menuju kea rah yang lebih sistematis," tandasnya.

Lily juga mengungkapkan, dampak penerbitan kartu Akses akan terjadi penurunan nilai transaksi yang ada di pasar. Turunnya nilai tersebut lebih dikarenakan investor yang melakukan aksi goreng-menggoreng saham akan langsung ketahuan. "Memang akan ada sedikit penurunan nilai transaksi, tapi ini sifatnya hanya sementara. Jika nanti pasar modal kita sudah bersih dari aksi goreng-menggoreng, maka pasar kita akan lebih berkualitas,"ungkapnya

Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida mengatakan, peluncuran kartu Akses akan mempercepat keluarnya Single ID bagi investor pasar saham yang telah lama direncanakan pemerintah. Awalnya Single ID akan diluncurkan pada tahun 2011, tapi dengan momen peluncuran kartu Akses maka pemerintah segera mempercepat waktu penerbitan Single ID pada akhir tahun ini.

indra/bani

Sumber: Neraca, 25 Juni 2010, Hal. 3

Baca Juga :

KSEI Bidik 178 Ribu Pengguna Kartu AKSes
KSEI : Single ID Tetap Bisa Multi Rekening Efek
KSEI Targetkan 180.000 Investor Miliki AksesΒ  (adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads