Dalam konteks kawasan, Pasar Bebas Asean diakui akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam terus menunjukan tingkat daya saing yang cukup besar. Persaingan dalam produk, barang dan jasa antara negara sekawasan semakin intensif dan berusaha menguasai pasar dalam negeri. Karena itu, menurut Azam, dinamika persaingan sebenarnya sudah terjadi hampir di semua sektor. Tinggal apakah akan jadi pemenang atau tersingkir dalam persaingan kini saatnya Indonesia harus berbenah. Setidaknya menurut Azam, kita masih punya waktu 2 tahun untuk menyiapkan diri menghadapi pasar bebas ASEAN. “Indonesia harus membuat kebijakan dan regulasi yang mendorong peningkatan daya saing industri manufaktur dan usaha kecil dan menengah (UMKM)” paparnya.
Menurut Azam, daya saing nasional tidak bisa tumbuh sendiri sebagai sebuah kekuatan melainkan sinergi semua pihak khususnya antara pemerintah dan pelaku usaha. Pemerintah sendiri, menurut anggota DPR RI Dapil Jawa Timur ini, harus memiliki desain dalam menghadapi persaingan agar pasar bebas mampu memberi kesejahteraan masyarakat. Dalam desain ini pemerintah sudah memiliki format kebijakan yang berpihak pada produk dalam negeri, mendorong sosialisasi dan kampanye cinta produk dalam negeri. Dengan sendirinya kebijakan ini akan menutup ruang di mana Indonesia tidak lagi menjadi pasar bagi produk negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kinerja KPPU bisa masuk dalam sistem, sehingga kepentingan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi terlindungi. “Apalagi ini menjelang hari raya keagamaan sangat penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok” ungkap Azam. Namun demikian Azam berharap apa yang dilakukan KPPU perlu di konsultasikan dengan mitra kerjanya, khususnya khususnya komisi VI, DPR RI. Konsultasi dimaksud tidak lain adalah untuk mencari solusi dan pandangan yang terbaik. Baginya KPPU dan mitra kerjanya harus menjalin komunikasi baik ditingkat teknis maupun operasional. “Jembatan komunikasi ini dapat membangun keselarasan, kesepadanan serta kesepahaman untuk seluruh anggota komisi VI”, jelasnya.
(adv/adv)











































