Alfamart Pilihan Franchisee Paling Tepat

Alfamart Pilihan Franchisee Paling Tepat

Advertorial - detikFinance
Kamis, 12 Des 2013 00:00 WIB
Alfamart Pilihan Franchisee Paling Tepat
Jakarta -

Tidak mudah bagi seorang pengusaha dapat dikatakan sukses dalam bisnis waralaba. Hal tersebut juga dialami oleh Hery Purwadi. Beragam usaha waralaba telah dia jalani, namun keuntungan yang didapatkan tidak sesuai dengan risiko yang harus ditanggungnya. Saat Hery mencoba beralih ke bisnis waralaba minimarket Alfamart, income yang didapatkan meningkat pesat.

“Tidak terpikir sebelumnya bagi saya untuk memasuki bisnis waralaba minimarket seperti Alfamart. Ini dikarenakan modalnya yang tidak sedikit, jadi saya harus berpikir berapa besar return yang akan saya dapat dengan modal yang besar tersebut,” papar Hery. Setelah mempelajari bisnis Alfamart secara mendalam dan dengan mempertimbangkan track record-nya yang telah teruji, alhasil Heri mengambil keputusan untuk bergabung dengan bisnis waralaba minimarket Alfamart.

Toko Alfamart pertamanya diperoleh dengan sistem Take Over. Dengan return yang jauh di atas perkiraannya, Heri termotivasi untuk menambah toko baru. Menurutnya Alfamart memiliki satu keunggulan utama dalam usaha waralaba lainnya. Bisnis Alfamart berada pada bidang ritel kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga walaupun harga naik atau turun, masyarakat tetap membutuhkan produk untuk memenuhi kebutuhannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi saya yakin bisnis ritel itu langgeng, karena pasarnya tetap terjaga“ ungkapnya.

Ada beberapa keuntungan yang Heri peroleh dari bekerja sama dengan Alfamart. Pertama tidak direpotkan dengan berbagai hal manajemen toko karena semua sudah dijalankan secara profesional oleh Alfamart.

Kedua, menurut Heri Alfamart memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan tepat sasaran dan konsisten dalam menjalankannya. Kehadiran toko Alfamart memberi kehidupan ekonomi dan peluang kerja bagi masyarakat sekitarnya.

Ketiga, franchisee mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan kucuran dana untuk membuka toko-toko Alfamart baru.

“Ini cukup penting karena dulu saat saya belum bergabung dengan Alfamart, saya cukup sulit mengajukan kredit ke perbankan. Sekarang justru terbalik, pihak bank yang selalu menawarkan pinjaman kepada saya. Jadi, saya kini menjadi “bankable”, mudah mendapat kucuran kredit. Tentu saja ini sangat membantu saya untuk membuka toko-toko Alfamart yang baru,” jelas pemilik 15 toko Alfamart ini.

Terakhir, Heri ingin berbagi pengalaman bagi mereka yang ingin mengikuti jejaknya dalam berinvestasi dibidang minimarket.

 “Hal yang bisa saya bagi untuk Anda yang akan menjalani bisnis waralaba minimarket adalah pelajari sistem manajemen yang mereka jalankan, jangan mudah terbuai dengan janji-janji muluk pewaralaba. Kedua, pertimbangkan brand image pewaralaba termasuk aksi-aksi korporasi yang sering dijalankan. Ketiga, pelajari manajemen bisnis ritel dengan baik termasuk risiko-risiko yang bakal ditanggung jika bisnis itu tidak berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads