Peserta Dana Pensiun Naik, tapi Cakupannya Minim

Peserta Dana Pensiun Naik, tapi Cakupannya Minim

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2026 15:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini adalah Friderica Widyasari Dewi.
Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: Agung Pambudhy/ detikFoto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan industri dana pensiun (dapen) terus menunjukkan tren positif. Jumlah peserta dana pensiun meningkat dari 27,27 juta orang pada 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026.Total aset pun terus tumbuh hingga hampir menyentuh Rp 1.700 triliun.

"Jumlah peserta terus meningkat dari sekitar 27,27 juta orang di tahun 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026. Sementara total aset juga terus tumbuh hingga sekitar Rp 1.699 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Indonesia Pension Fund Summit 2026, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).

Namun, Kiki menyoroti jika dilihat dari perbandingan persentase dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini telah melampaui 150 juta orang, cakupan jumlah peserta dapen masih tergolong minim. Namun, Kiki melihat kondisi ini sebagai sebuah kesempatan untuk pertumbuhan bagi industri dapen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi memang, ya, kita melihat satu sisi memang terus tumbuh, tapi kalau kita lihat dari persentase dari jumlah dengan jumlah angkatan kerja yang saat ini sudah lebih dari 150 juta, tentunya persentasenya masih sangat kecil, sehingga sebagai orang yang optimis ya, kita melihat bahwa room to growth-nya masih sangat besar," jelas Kiki.

ADVERTISEMENT

Kiki menekankan persiapan masa tua dinilai tidak boleh ditunda hingga menjelang masa pensiun tiba, melainkan harus dipikirkan dan direncanakan sejak hari pertama seseorang mulai bekerja. Langkah ini menjadi semakin krusial mengingat Indonesia sedang memasuki fase penduduk menua.

Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) Indonesia telah mencapai 11,97% dari total populasi nasional. Angka ini melampaui ambang 10% yang umum digunakan sebagai penanda awal masyarakat semakin menua. Ke depan tren ini akan semakin kuat dengan proyeksi proporsi lansia mencapai sekitar 20,31% pada 2045.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki dividen demografi dengan sekitar 68,94% penduduk berada pada usia produktif. Menurut Kiki, Indonesia mempunyai kesempatan untuk mendorong masyarakat usia produktif agar mulai mempersiapkan masa pensiun sejak dini sebelum tekanan demografi itu akan semakin besar.

Tak hanya itu, tingkat replacement ratio di Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 15% hingga 20%. Angka tersebut masih berada di bawah standar Organisasi Perburuhan Internasional (INternational Labour Organization/ILO) yang sekitar 40%. Kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat pensiun yang diterima oleh banyak pekerja saat ini belum cukup untuk mempertahankan standar hidup setelah mereka memasuki masa pensiun.

"Angka ini menunjukkan bahwa manfaat pensiun yang diterima banyak pekerja belum cukup untuk mempertahankan standar hidup setelah memasuki masa pensiun," beber Kiki.

(rea/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads