Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Mei 2017 00:00 WIB

Cara Tepat dan Solutif Amankan Sistem Informasi Perusahaan

Advertorial - detikFinance
Jakarta -

Belum hilang ingatan kita tentang Haikal (19), lulusan SMP yang mampu menjebol 4.600 situs. Beberapa situs ternama terkena serangan seperti jebolnya salah satu situs operator telekomunikasi, salah satu situs pengadilan dan beberapa situs pemerintah.

Kemarin kita mendapatkan berita tentang "ransomware" yang menyerang banyak pengguna PC dan adanya imbauan untuk melakukan "pembersihan" dan back up terlebih dahulu sebelum connect ke jaringan untuk mengamankan data-data atau file-file penting yang ada di komputer.

Dari informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada sistem yang 100% aman. Para hacker selalu berusaha mencari celah. Rentannya Information and Communication Technology (ICT) ini akan jadi masalah besar, khususnya bagi perusahaan yang operasionalnya bergelut dalam dunia digital seperti perbankan, e-commerce, dan bisnis lainnya yang dekat dengan transaksi keuangan digital.

Para hacker atau penjahat digital bisa dengan mudahnya menjebol pertahanan keamanan informasi, mengambil data, sampai memindahkan uang dari akun atau rekening tertentu. Kasus seperti ini pernah terjadi pada salah satu bank besar di luar negeri.

"Paling tidak semua harus aware tidak hanya keamanan data center, link internet juga. Kalau kita mau pergi ke sektor digital banyak issue security-nya," ungkap Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale and Enterprise Officer Indosat Ooredoo.

Sementara jika demi kemudahan pelanggan, sistem informasi yang beredar keluar perlu diwaspadai terkena serangan. Misalnya, saat bertransaksi dengan mobile banking dan electronic payment bisa saja pengganggu dapat menduplikasi password pihak perusahaan atau klien, serta mengambil keuntungan darinya karena ICT tidak dikendalikan oleh perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, perjalanan informasi perlu diperhatikan. Dokumen perlu dienkripsi atau dirahasiakan, proses transfer dokumen dilindungi, server dikuatkan. Tidak kalah penting adalah prosedur. Perusahaan harus memiliki prosedur preventif, proaktif monitoring dan prosedur remedy jika terkena gangguan.

Prosedur preventif adalah memastikan system IT terus ter-update untuk menghindari atau mem-blok serangan. Update patch dan update database virus adalah salah satu prosedur yang harus selalu dilakukan. Tidak hanya di server tetapi juga di end point dan masing-masing PC yang digunakan karyawan.

Prosedur proaktif monitoring adalah terus mengontrol adanya anomali aktifitas dan traffic di server, di jaringan dan aktivitas di seluruh PC karyawan.

Prosedur remedy adalah menyiapkan urutan-urutan proses saat terjadi serangan dengan kriteria –kriteria tertentu sehingga tidak terjadi kepanikan dan serangan dapat saja diatasi dengan risiko minimal.

Masalah dan pengalaman seperti ini pernah dialami Perusahaan Telekomunikasi Indosat Ooredoo bertahun-tahun. Mereka pun berhasil mengatasi dan membuktikan performa mereka tetap on meski diterjang berbagai serangan dari luar.

Oleh karena itu, perusahan telekomunikasi ini ingin membagikan pengalaman digital mereka ke perusahaan lainnya. Dalam perjalanan di dunia digital, Indosat Ooredoo mempunyai jaringan keamanan sistem komputer yang mumpuni dan menyeluruh. Sistem keamanan yang ditempuh meliputi access control, clean server, clean network, dan data leakage preventive di dalam layanan Cloud.

Sebagai komitmen mendukung keamanan system IT pelanggan, Indosat Ooredoo Business menyediakan security health check bagi perusahaan yang ingin mencoba mengidentifikasi network mereka. Setidaknya hingga saat ini Indosat Ooredoo Business sudah mendapat kontrak dari beberapa perusahaan untuk membersihkan network sistem informasi miliknya.

Selain layanan clean network, banyak alasan yang membuat perusahaan-perusahaan tersebut, termasuk perbankan memercayai layanan Indosat Ooredoo Business sebagai pengaman sistem informasi mereka.

Pertama, Indosat Ooredoo Business mengandalkan tenaga ahlinya sendiri untuk membersihkan dan mengamankan sistem informasi. Tenaga ahli yang sudah berpengalaman ini juga telah tersertifikasi dan terlatih menangani setiap journey digital.

Kedua, dengan menggandeng perusahaan IT kelas dunia IBM, Indosat Ooredoo Business mempunyai Security Management yang disebut dengan Security Operation Center (SOC). Jika terjadi masalah atau serangan SOC ini yang akan langsung merespons. Selain itu, hadirnya IBM sebagai partner Indosat Ooredoo membuat perusahaan ini makin dipercaya sebagai IT Player, setelah sebelumnya hanya dikenal sebagai telecommunication player.

"Mungkin kita kelihatannya pemain baru. Memang selama ini kita confident untuk menawarkan telekomunikasi. Sekarang kita coba elaborate dengan IBM, Lintasarta sebagai grup kita untuk menyiapkan apapun yang diperlukan untuk ICT partner. Jika Anda, para pebisnis tidak ingin direpotkan dalam memastikan keamanan sistem IT-nya, serahkan pada kami, kami siap membantu." ujar Herfini Haryono optimis.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com