Follow detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 00:00 WIB

Penerbitan MTN Terbesar dari Bank Pembangunan Daerah di Indonesia

Advertorial - detikFinance
Jakarta - Penerbitan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 1 triliun berhasil direalisasikan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng). Jumlah itu terdiri dari MTN I Bank Jateng tahun 2017 dan MTN Syariah Mudharabah I Bank Jateng Tahun 2017. Masing-masing jumlah pokoknya mencapai Rp 500 miliar.

MTN I Bank Jateng pada 2017 terdiri dari dua seri, yakni Seri A yang jumlah pokoknya sebesar Rp 260 miliar dan tingkat bunga tetap sebesar 7,10% per tahun dengan jangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal penerbitan. Pembayaran bunga pertama MTN Seri A akan dilakukan pada 12 Maret 2018, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo akan dilakukan pada 22 Desember 2018.

Sementara Seri B sebesar Rp 240 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,45% per tahun dan jangka waktunya dua tahun sejak tanggal penerbitan. Pembayaran bunga pertama MTN Seri B akan dilakukan pada 12 Maret 2018. Sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo akan dilakukan pada 12 Desember 2019.

Sebagai informasi, penerbitan MTN Bank Jateng kelebihan permintaan sebanyak 1,6 kali dan menjadi penerbitan MTN dengan jumlah terbesar di Indonesia dalam satu tahap yang diterbitkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Selanjutnya MTN Syariah Mudharabah I Bank Jateng 2017 dengan nisbah bagi hasil untuk pemegang MTN Syariah Mudharabah dan Penerbit yakni sebesar 66%:34%. Jika diproyeksikan, imbal hasil bagi Pemegang MTN Syariah Mudharabah ekuivalen sebesar 8,05% per tahun dan berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal penerbitan.

Dalam hal ini, Bank Mandiri bertindak sebagai agen pemantau. Sedangkan Join Lead Arranger MTN adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

Sesuai penjelasan Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya, dana hasil penerbitan MTN diperoleh setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan MTN yang akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi kredit oleh perseroan.

Lalu untuk dana penerbitan MTN Syariah Mudharabah diperoleh dari hasil pengurangan biaya-biaya penerbitan MTN Syariah Mudharabah yang akan digunakan seluruhnya untuk pembiayaan syariah dengan akad Murabahah.

Hanawijaya menambahkan bahwa suksesnya penerbitan MTN ini tidak terlepas dari kepercayaan dari para investor terhadap Bank Jateng. Para investor menilai kinerja kondisi keuangan Bank Jateng sangat baik.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para investor yang telah memberikan kepercayaan kepada Perseroan di tengah kondisi pasar saat ini," ujarnya.

Hingga 30 November 2017, Laba Bank Jateng telah mencapai 1.631 triliun, Total Asset 65.8 triliun, rasio CAR 20.06%, rasio BOPO 72.65%, rasio ROA 2.9%, dan rasio ROE 24.93%.

Sebelumnya, pada 21 Desember 2015, Bank Jateng telah melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Tahap I/2015 sebesar Rp 500 miliar dengan tenor tujuh tahun dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed