Follow detikFinance
Kamis, 27 Sep 2018 00:00 WIB

Syukur, Agen BRILink di Perbatasan Berpenghasilan Rp 30 Juta/Bulan

Advertorial - detikFinance
Muhammad Syukur berdiri di depan tokonya yang juga menjadi BRILink di Skouw (Dok. Detikcom) Muhammad Syukur berdiri di depan tokonya yang juga menjadi BRILink di Skouw (Dok. Detikcom)
Jakarta -

Muhammad Syukur awalnya tak menyangka, jika niat baiknya membantu para kuli bangunan yang merantau di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG), berujung keberuntungan dengan menjadi Agen BRILink. Pria asal Makassar ini sudah dua tahun menjadi kepanjangan tangan layanan Bank BRI yang berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw.

Beragam layanan keuangan bisa dilakukan di toko sembakonya, laiknya kantor cabang sebuah bank. Mengingat transaksi hariannya yang cukup tinggi, dia pun menyulap meja kasir di toko kelontongnya sebagai 'cabang' BRI di Pasar Skouw yang tak jauh dari PLBN.

Sebuah mesin EDC jadi perangkat untuk berbagai layanan perbankan, mulai dari transfer uang, setoran tabungan, pembukaan rekening, tarik tunai, pembayaran BPJS, zakat, pembelian pulsa dan tiket, hingga menjadi referral untuk bantuan pinjaman kredit untuk pelaku usaha UKM lainnya.

Syukur menuturkan, dirinya yang rutin bolak-balik ke Distrik Koya, dulunya kerapkali dimintai tolong untuk mentransfer uang dari para kuli bangunan yang baru menerima bayaran. Wajar saja, akses layanan kantor perbankan terdekat ada di Koya yang jadi pusat dari distrik di wilayah paling Timur Indonesia tersebut. Butuh lebih dari 30 menit perjalanan menuju Koya di Distrik Muara Tami.

"Awalnya kan banyak orang proyek di Skouw, pas gajian mereka bingung bagaimana mentransfer uang ke keluarga di kampung. Karena saya sering antar anak sekolah ke Koya, jadi sering dititipkan uang untuk ditransfer lewat BRI di Koya," ucap Syukur.

Melihat dirinya rutin wara-wiri setiap hari di kantor cabang, seorang petugas layanan BRI mengajaknya bergabung menjadi Agen BRILink, sehingga dirinya tak perlu lagi repot-repot menyambangi kantor BRI Unit Koya setiap hari. Terlebih, Syukur sudah memiliki tempat usaha permanen, sehingga memudahkannya menjadi Agen BRILink.

"Alhamdulillah orang sudah pada kenal saya semua sebagai Agen BRILink. Orang mau transfer datangnya ke toko saya, karena tidak perlu repot ke kantor bank, buka juga setiap hari, ongkos (transfer) juga murah. Setiap orang gajian, titip uang untuk ditransfer ke kampung halaman," tutur ayah dua anak ini.

Sesuai dengan ketentuan Bank BRI, dirinya mengutip keuntungan fee yang diberikan BRI cukup menarik dan menguntungkan. Pendapatan lainnya didapatkan dari beragam transaksi lainnya juga cukup besar seperti setoran tunai hingga pembayaran berbagai tagihan.

Syukur, Agen BRILink di Perbatasan Berpenghasilan Rp 30 Juta/BulanIstri Muhammad Syukur melayani transfer uang dengan mesin EDC Bank BRI (Dok. Detikcom)

Seiring semakin meningkatnya frekuensi layanan keuangan yang dilakukan di tokonya, perlahan, dia mengaku bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup besar, di luar keuntungan dari toko sembakonya yang ramai jadi tempat berbelanja warga Papua Nugini.

"Saya awalnya jualan mainan, setelah kebakaran beralih jadi dagang sembako. Dulu sampai tahun 2014, buat pulang kampung ke Makassar saja susah karena tidak ada uang. Sekarang penghasilan dari BRILink saja sudah bisa dapat keuntungan Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per bulan. Bisa beli tanah di Koya sana," kata Syukur yang tahun ini maju menjadi calon legislatif DPRD Kota Jayapura.

Agen BRILink lainnya, Bernard Dodo, mengaku juga sangat terbantu dari penghasilan tambahan yang didapatkan dengan menjadi Agen layanan perbankan tanpa kantor tersebut. Berbeda dengan Syukur yang menempati toko di pinggir jalan, Bernard membuka toko elektronik di dalam area Pasar Skouw, sehingga jam operasionalnya mengikuti waktu buka pasar tiga hari dalam sepekan.

"Sudah setahun jadi Agen BRILink, paling banyak melayani transfer dan tarik tunai. Sehari bisa rata-rata 20 transaksi dengan pendapatan sebulan mencapai Rp 4 juta dari BRILink yang diakumulasikan (redundant) selama sebulan," ungkap perantau asal Manado ini.

Syukur, Agen BRILink di Perbatasan Berpenghasilan Rp 30 Juta/BulanAgen BRILink Pasar Lama Skouw Bernard Dodo di toko elektronik miliknya (Dok. Detikcom)

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI Jayapura, I Wayan Narta, mengungkapkan selama ini BRI jadi satu-satunya perbankan yang melayani jasa keuangan di perbatasan Indonesia-PNG di Skouw. Selain menghadirkan money changer, pihaknya juga memiliki satu Teras BRI, dan tiga Agen BRILink.

"Saat ini BRI merupakan satu-satunya bank yang ada di perbatasan Skouw. Dengan hadirnya Teras BRI, kami sudah membangun money changer, dan juga ada 3 Agen BRILink di berbatasan sebagai wujud nyata komitmen kami untuk terus hadir dalam membangun perbatasan. Yakni wilayah 3 T, terluar, terdepan, tertinggal dalam semangat menjaga kedaulatan rupiah di perbatasan," ungkap Wayan.

Menurutnya, meski tanpa kantor cabang, layanan keuangan perbankan relatif sangat lengkap di perbatasan Skouw lewat Agen BRILink, money changer, maupun Agen BRILink. Ini mengingat perbankan selama ini baru bisa menjangkau Koya di kota kecamatan.

"Masyarakat sekitar sangat terbantu dengan keberadaan BRI di perbatasan. Baik dengan keberadaan money changer, Agen BRILink, dan juga Teras BRI di perbatasan. Hal ini terasa nyata sekali bahwa keberadaan perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di perbatasan. Sebagai contoh BRI melayani penukaran mata uang kina yang transaksi per bulannya mencapai Rp 7-8 miliar. Sedangkan Agen BRILink bahkan ada yang transaksinya mencapai ribuan dalam sebulan," pungkas Wayan.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed