Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Jan 2019 00:00 WIB

PT Vale Kelola Pertambangan Masa Depan Berkelanjutan

Advertorial - detikFinance
(Foto: dok. PT Vale Indonesia) (Foto: dok. PT Vale Indonesia)
Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menjalankan kegiatan penambangan dan pengolahan nikel matte secara terintegrasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sejak 1968. Selama lima dekade beroperasi, PT Vale telah menjadi bagian dari rantai pasokan nikel dunia. Produksi nikel matte PT Vale memasok 5% kebutuhan nikel global.

PT Vale menjalankan misi perusahaan yaitu mengubah sumber daya alam menjadi sumber kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai bagian dari salah satu perusahaan multitambang terbesar di dunia, hal tersebut sejalan dengan dukungan PT Vale terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui praktik tambang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial.

Dalam kaitannya dengan upaya menjaga keberlanjutan bisnis, PT Vale menerapkan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. GCG diimplementasikan di antaranya melalui praktik bisnis yang bertanggungjawab dan beretika. Perusahaan ini juga mengedepankan keterbukaan dan transparansi untuk menghindarkan bisnis dari risiko korupsi dan suap.

PT Vale menjaga hubungan kerja yang beretika dengan karyawan maupun kontraktor partner. Karyawan PT Vale yang 87% di antaranya adalah karyawan lokal seluruhnya terikat pakta integritas yang memastikan mereka terhindar dari konflik kepentingan serta praktik suap dan korupsi. Para kontraktor juga terikat dengan regulasi untuk mencegah praktik suap dan konflik kepentingan demi menjaga keberlanjutan bisnis yang berkualitas dan berintegritas.

Dari tahun ke tahun, PT Vale terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dengan mengedepankan inovasi teknologi yang aman, efektif, dan ramah lingkungan. Di 2018, PT Vale menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang mengacu pada standar internasional ISO 14001:2015. Tujuannya untuk memperluas cakupan pengelolaan lingkungan yang diintegrasikan dengan proses bisnis strategis perusahaan di masa depan.

PT Vale menjadi bagian dari inisiatif ekonomi, lingkungan, dan social seperti PROPER, Indonesian Global Compact Network (IGCN), Indonesian Business Council for Sustainable Development (IBCSD), dan Indonesia Business Link (IBL). Perusahaan ini juga terlibat dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). PT Vale mempertahankan peringkat Proper Biru untuk enam kali berturut-turut, yakni dari tahun 2011 hingga 2017.

(Foto: dok. PT Vale Indonesia)

Produksi Nikel Berbasis Energi Bersih

Upaya memproduksi logam olahan dengan memanfaatkan energi terbarukan merupakan salah satu pilar praktik keberlanjutan di PT Vale. Tiga PLTA yang dibangun dan dioperasikan perusahaan ini, yakni PLTA Larona, Balambano, dan Karebbe memiliki kapasitas total 365 Megawatt.

Ketiga PLTA tersebut telah memasok 94% kebutuhan listrik di pabrik pengolahan nikel sekaligus mampu menurunkan ketergantungan perusahaan terhadap bahan bakar fosil. Melalui operasional PLTA, PT Vale telah berkontribusi mereduksi emisi karbon sebesar 500 ribu ton CO2eq per tahun.

Selain untuk kebutuhan operasional, energi listrik yang dihasilkan tiga PLTA tersebut juga didistribusikan sebesar 10,7 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Luwu Timur melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Selain pemanfaatan PLTA sebagai sumber energi terbarukan, PT Vale melanjutkan program penggunaan biodiesel yang merupakan pencampuran bahan bakar diesel dan bahan bakar nabati (BBN), yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME) hingga 20%.

Biodiesel digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor operasional perusahaan. Hal itu sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 12/2015 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain.

Merehabilitasi Lahan, Menjaga Biodiversitas

Di area tambang, PT Vale mengintegrasikan kegiatan pembukaan lahan tambang dengan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi. Hingga 2018, total sudah 4.242 hektar lahan purnatambang yang direklamasi. Total akumulasi jumlah pohon yang ditanam di lahan pascatambang mencapai lebih dari 1,2 juta batang pohon.

Untuk mendukung kegiatan rehabilitasi lahan pascatambang, PT Vale mendirikan kebun bibit modern (nursery) yang telah beroperasi sejak April 2006. Berdiri di area seluas 2,5 hektare di Sorowako, fasilitas tersebut mampu memproduksi rata-rata 700 ribu bibit dan merehabilitasi lebih 100 hektare lahan purnatambang setiap tahun. Nursery PT Vale juga memproduksi berbagai jenis tanaman asli setempat (native species) dan tanaman endemik yang merupakan bagian dari konservasi keanekaragaman hayati.

(Foto: dok. PT Vale Indonesia)

Dalam upaya konservasi biodiversitas, PT Vale telah memiliki rencana pascatambang dan manajemen keanekaragaman hayati untuk 100% wilayah operasi penambangan di blok Sorowako. Sebelum kegiatan penambangan dilakukan, perusahaan memastikan tidak ada spesies fauna maupun flora dilindungi yang ditemukan di lokasi penambangan.

PT Vale juga berkolaborasi dengan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dan Yayasan Burung dalam menyusun Dokumen Panduan Pengelolaan Biodiversiti Berkelanjutan. Panduan yang dirilis pada 2018 itu merupakan dokumen pertama di bisnis tambang Indonesia untuk kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati.

Pengelolaan Limbah Terintegrasi

Limbah cair (effluent) yang dihasilkan dari kegiatan operasi penambangan dan pengolahan bijih nikel dikelola untuk mengurangi pencemaran badan air. Untuk itu, PT Vale memiliki dua fasilitas pengolahan limbah cair, yakni Pakalangkai Waste Water Treatment dan Lamella Gravity Settler (LGS).

Pakalangkai Waste Water Treatment merupakan fasilitas dengan 85 kolam pengendapan limbah cair (pond). Sedangkan LGS terintegrasi dengan 17 kolam pengendapan yang berasal dari aliran Pakalangkai Waste Water Treatment dan berkapasitas 16 juta meter kubik. Penerapan teknologi LGS di PT Vale adalah yang pertama diterapkan dalam industri pertambangan.

Hasil pengukuran effluent yang bermuara ke Danau Matano dan Danau Mahalona selalu berada jauh di bawah baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah. Badan air danau terlihat jernih meskipun PT Vale telah beroperasi selama 50 tahun di Sorowako.

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan

Selain menerapkan strategi keberlanjutan di lini operasional, PT Vale juga menjalankan pola pemberdayaan masyarakat yang pro lingkungan dan memandirikan. Melalui kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale memperkenalkan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB). Dalam program ini, para petani mendapat pelatihan dan pemdampingan budidaya padi ramah lingkungan dengan System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Perlahan, petani yang selama puluhan tahun terbiasa menggunakan pola konvensional dengan penggunahan bahan kimia secara masif mulai beralih ke pertanian ramah lingkungan. SRI Organik kini telah dipraktikkan oleh 196 petani di lahan seluas 83,9 hektar di 9 kecamatan se-Luwu Timur. Petani binaan PT Vale pun menghasilkan beras berlabel "Matano Rice" yang sudah mendapat sertifikat organik berskala nasional dari lembaga sertifikasi INOFICE.

(Foto: dok. PT Vale Indonesia)

Di sektor kesehatan, PT Vale dan Dinas Kesehatan Luwu Timur menggagas pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman herbal. Potensi tanaman obat yang besar di Luwu Timur dan keinginan untuk menggali kearifan lokal menjadi landasannya.

Saat ini, anggota PKK memiliki lahan percontohan dan berkebun tanaman obat di pekarangan rumah. Di tiap kebun, tersedia ratusan jenis tanaman obat yang dikembangkan dengan sistem organik yang ramah lingkungan. Hasil olahan tanaman obat pun diperjual-belikan dalam berbagai sediaan seperti simplisia, minuman segar, dan ekstrak, maupun sebagai bibit tanaman.

Upaya PT Vale menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satu yang terbaru adalah PT Vale meraih Sustainable Business Awards (SBA) 2018 untuk kategori Best Overall. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi sekaligus parameter bagi bisnis yang terbukti berkomitmen dalam praktik-praktik keberlanjutan.

Metodologi dari SBA merupakan yang terbaik untuk mewujudkan strategi hijau dan manfaat usaha yang konsisten dengan praktik-praktik terbaik dunia. SBA diberikan oleh Global Initiatives, PricewaterhouseCoopers (PwC), dan IBCSD.

Sebelumnya, PT Vale meraih SBA di Kategori Business Responsibility and Ethics pada 2017 dan Sustainability in the Community pada 2016. PT Vale juga pernah mendapatkan penghargaan khusus SBA di kategori Perusahaan dengan Manajemen Energi Terbaik pada 2014, kategori Perusahaan dengan Strategi dan Visi Terbaik pada 2013, dan Perusahaan dengan Manajemen Air Terbaik pada 2012.

(adv/adv)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com