Penyakit Stroke Dapat Dicegah, Bagaimana Caranya?

Advertorial - detikFinance
Selasa, 29 Okt 2019 00:00 WIB
Jakarta - Penyakit stroke merupakan kondisi terganggunya fungsi otak, saraf tulang belakang, atau retina mata akibat adanya gangguan aliran darah, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.

Menurut dokter spesialis saraf Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.S, stroke sumbatan dapat didasari oleh dua proses, antara lain trombosis dan emboli. Pada proses trombosis, terjadi sumbatan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh kondisi hipertensi, diabetes, kolesterol yang tidak terkontrol, merokok, dan kegemukan.

"Untuk proses emboli, sumbatan terjadi dan berasal dari lokasi lain di luar otak, misalnya dari jantung atau pembuluh darah karotis di leher. Biasanya disertai adanya faktor risiko seperti kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung," ujar dr. Yusak di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, beberapa waktu lalu.

"Sedangkan pendarahan pada stroke umumnya disebabkan oleh kondisi hipertensi yang tidak terkontrol, sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah maupun gangguan pembekuan darah," tambahnya.

Menurut dr. Yusak, Anda dapat mencegah terjadinya stroke sejak dini dengan mengenal dan mengendalikan faktor risiko dari penyakit stroke.

"Misalnya, seseorang memiliki hipertensi, maka kemungkinan untuk mengalami stroke juga lebih besar, terutama jika hipertensinya tidak terkontrol. Masalahnya hipertensi sendiri tidak menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga kondisi ini sering kali tidak terdeteksi karena tidak ada keluhan, penderita merasa sehat, sehingga obat tidak dikonsumsi, kemudian tiba-tiba mengalami sumbatan pembuluh darah dan didiagnosis stroke," ujarnya.

dr. Yusak menjelaskan, faktor risiko stroke umumnya tidak bergejala. Maka itu, jika Anda sudah mengetahui dan memiliki faktor risiko stroke, khususnya hipertensi dan diabetes, sebaiknya segera menjaga dan mengontrol penyakit tersebut sebaik mungkin.

Adapun bagi Anda yang telah terkena stroke, pengobatan alternatif seperti ramuan tradisional, terapi pijat, suntik jarum, dan lain sebagainya tidak dianjurkan secara medis.

Menurut dr. Yusak, seseorang yang mengalami serangan stroke, hanya dapat kembali membaik jika datang dengan sesegera mungkin ke rumah sakit. Kehadiran lebih cepat ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) akan membuat kesembuhannya lebih bagus.

"Kenapa stroke harus segera ke rumah sakit? Karena satu-satunya upaya untuk menghilangkan gejala stroke sumbatan diperlukan rentang waktu tertentu atau golden period yakni selama 4,5 jam sejak awal gejala stroke dirasakan pasien. Pasien perlu segera mendapatkan pengobatan agar daerah sumbatan tidak meluas dan gejala-gejalanya tidak memburuk," ujar dr. Yusak.

Menurut dr. Yusak, setelah periode 4,5 jam tersebut, apabila tidak tertangani, maka pasien tidak bisa lagi kembali normal. Pasien akan merasakan keluhan yang sifatnya permanen, misalnya kelumpuhan tangan, diobati bisa saja membaik, tetapi tidak dapat pulih 100%.

Selain itu, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas yang memadai untuk pengobatan stroke. Setidaknya, ada 3 hal yang perlu tersedia di rumah sakit untuk penanganan stroke antara lain alat untuk imaging stroke, ketersediaan dokter spesialis yang siaga 24 jam, hingga obat yang memang sesuai dan ampuh digunakan untuk mengobati stroke.

"Maka, datanglah segera ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas memadai. Jadi, jangan dimulai dari klinik dahulu, kemudian dari klinik rujukan ke rumah sakit, dan seterusnya. Ini bisa membuat penanganan stroke terlambat, sehingga tidak ada gunanya lagi pada saat akhirnya datang ke rumah sakit yang memang punya fasilitas memadai," ujarnya.

Salah satu rumah sakit yang menyediakan fasilitas tersebut adalah Siloam Hospitals Lippo Village. Di sini, terdapat pengobatan yang bisa membuka sumbatan di pembuluh darah, sehingga aliran darah bisa kembali normal dengan metode pengobatan trombolisis.

"Caranya dengan membuka bekuan yang menyumbat dengan menggunakan obat trombolisis, sehingga aliran darahnya bisa lancar kembali. Nah, kalau daerah otak yang awalnya sudah terkena sumbatan akan berpotensi pulih sempurna apabila dilakukan dalam periode emas (golden period)," jelasnya.

Saat pasien datang, Siloam Hospitals Lippo Village akan segera menangani pasien dalam beberapa menit untuk masuk ke IGD hingga pemeriksaan imaging kepala dengan CT Scan/MRI. Kemudian dalam sekian menit, dokter spesialis saraf akan mendiagnosis dan menangani untuk pengobatan. Ini dikenal dengan code stroke, sebuah upaya terstruktur dalam menangani pasien stroke secara cepat dan tepat, serta hanya beberapa rumah sakit yang menerapkannya.

"Saat masuk rumah sakit, dokter IGD akan langsung melakukan pemeriksaan. Nanti jika pasien dicurigai stroke, dokter jaga akan langsung menghubungi dokter spesialis terkait, misalnya dokter spesialis saraf. Lalu pasien akan segera diperiksa menggunakan CT Scan. Setelah itu, misalnya diketahui ada sumbatan, maka segera dilakukan pengobatan trombolitik saat itu juga," jelasnya

Selain trombolisis, ada juga proses bernama trombektomi yang menggunakan alat untuk mengambil bekuan darah lewat kateter. Jadi, bekuan di aliran darah diambil dan dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi tersebut.

"Biasanya dalam periode 4,5 jam, dapat pula dipertimbangkan tindakan trombektomi," ujarnya.

Kedua layanan pengobatan stroke tersebut tersedia di Siloam Hospitals Lippo Village. Namun, alangkah baiknya Anda melakukan langkah awal pencegahan stroke. Cara paling efektifnya adalah medical check up secara berkala. Dengan medical check up rutin, Anda tak hanya dapat mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga mampu mendeteksi suatu penyakit sejak dini.

Segera lakukan medical check up di Siloam Hospitals Lippo Village. Kini terdapat sejumlah paket pemeriksaan kesehatan yang disesuaikan dengan usia, gaya hidup, dan kebutuhan kesehatan masing-masing pasien. Pilih yang memang cocok dengan Anda, silakan kunjungi mcu.siloamhospitals.com atau klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Semakin cepat suatu penyakit terdeteksi, semakin besar pula peluang untuk sembuh. Lindungi diri Anda sedari dini demi kehidupan masa depan yang lebih baik! (adv/adv)