Strategi PUPR Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional di Sektor Perumahan

Advertorial - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 00:00 WIB
adv pupr
Foto: Reyhan Diandri/detikcom
Jakarta - Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan sektor perumahan memiliki peranan yang besar dalam menjaga perekonomian Tanah Air. Menurutnya, sejumlah langkah strategis harus dilakukan di dalam sektor perumahan sehingga bisa ikut membantu membangkitkan ekonomi Indonesia.

"Dalam empat bulan ini saya kira semua sektor tampak stagnan. Sektor perumahan salah satu sektor yang mampu menjaga perekonomian nasional, kita harus jaga jangan sampai turun. Kalau sektor perumahan dapat berdiri bangkit, industri turunannya akan ikut bangkit juga," ujarnya dalam konferensi pers 'Peran Perumahan dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional', di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Berkaitan dengan masa pandemi ini, lanjut Khalawi, fokus utamanya adalah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kementerian PUPR terus mendorong untuk bisa membantu mencapai PEN tersebut melalui sejumlah langkah.

"Pertama adalah mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran Ditjen khususnya kegiatan padat karya. Kemudian mendukung pemanfaatan produk UKM seperti Ruspin dan Risha untuk cadangan kalau ada banyak bencana yang terjadi sehingga tidak menunggu lama, " ujarnya.

"Kemudian mendukung pengembangan kawasan industri. Seperti yang sudah disampaikan oleh bapak Presiden ini akan dibangun di Batam dan di Subang. Kita akan mendukung program pembangunan rusun untuk pekerja," imbuhnya.

Khalawi menuturkan terkait program sejuta rumah sampai saat ini masih stagnan. Dari data yang disampaikan ada sekitar 240 ribu unit pencapaian di bulan Agustus, namun dirinya optimis di akhir tahun bisa mencapai target.

"Saya masih optimis di bulan september bisa naik melalui program-program PU hingga 100% tercapai," terangnya.

adv puprFoto: Reyhan Diandri /detikcom

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan terkait dengan program sejuta rumah untuk membantu pembiayaan masyarakat, PUPR menyediakan beberapa program KPR Bersubsidi. Diperkenalkan sejak 2015, salah satu KPR Bersubdi tersebut adalah Subsidi Selisih Bunga (SSB).

"Rencananya dulu tahun 2020 ini SSB berhenti. Tapi kemudian pada bulan Februari-Maret ada pembahasan di level kabinet, yang waktu itu membutuhkan kembali Subsidi Selisih Bunga (SBB) dalam konteks stimulus fiskal dan waktu itu pemerintah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun dan itu kira-kira sama dengan 175 ribu unit," ungkapnya.

Menurut Eko, sampai saat ini masih terserap 6.140 unit SSB. Selain itu, program KPR Bersubsidi lainnya yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga kurang lebih sampai hari ini capaiannya sudah 85-95%. Lalu untuk program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) sudah cukup banyak realisasinya.

"Kita berharap dalam tiga bulan terakhir di tahun ini seperti biasa ya, ada COVID-19 maupun tidak ada COVID-19 biasanya tiga bulan terakhir itu penyerapannya sangat tinggi. Kita tetap antisipasi hal tersebut," ungkapnya.

Terkait pelaku yang dituju oleh program sejuta rumah, lanjut Eko, tentu generasi milenial mendapat perhatian lebih. Hal tersebut lantaran dari data yang ada kebanyakan yang mendaftarkan diri dalam program tersebut adalah milenial.

"Kita lihat di masa COVID-19 ini kita sangat tertolong dengan teknologi. Milenial ini kan tetap seperti masyarakat Indonesia pada umumnya, dia terbagi apakah dia milenial yang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Non MBR. Tetapi dua-duanya bisa memanfaatkan media digital, " ungkapnya.

"Sejak awal tahun ini sudah tidak ada pameran rumah secara offline di JCC maupun Balai Kartini itu sudah tidak ada lagi. Sekarang semua dilakukan secara virtual baik yang komersial atau yang non komersial," imbuhnya.

Pemanfaatan teknologi pun digunakan oleh PUPR untuk mendorong milenial mendapatkan rumah. Contohnya seperti pameran virtual yang diaksanakan melalui Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

"Jadi kalau sekarang tiba tiba ingin beli rumah saat ini, langsung saja buka gadget lihat rumah harganya berapa ada simulasi KPR. Bahkan ada beberapa bank yang langsung persetujuan kreditnya itu pada saat itu juga. Itu menurut saya cukup mudah, dan mestinya minat seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri bisa lebih gampang diperoleh, " pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) saat ini sedang mengadakan pameran virtual Perumahan Subsidi Pertama di Indonesia yang dimulai sejak 25 Agustus 2020 hingga 29 Agustus 2020. Program ini dilaksanakan untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.

Pameran virtual perumahan subsidi ini pun melibatkan 13 bank pelaksana penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB), serta 170 pengembang perumahan subsidi ditambah Perum Perumnas melalui http://www.hapernas20.com sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional Tahun 2020.

*** (adv/adv)