4 Amanat Kemen-PUPR untuk Proyek Konstruksi Cegah Banjir di Tangsel

Advertorial - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 00:00 WIB
adv pupr
Foto: Screenshot
Jakarta - Tiga proyek konstruksi akan berlangsung di wilayah Tangerang Selatan. Ketiga proyek di area Tol Serpong dan akses jalan Rawa Buntu tersebut bertujuan mengurai kemacetan dan mengatasi masalah banjir.

Tiga konstruksi yang hendak dibangun tersebut, yakni konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang, konstruksi penanganan banjir di KM 8 Tol Serpong, dan konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu. Pelaksanaan proyek tersebut ditandai dengan seremoni ground breaking yang disiarkan virtual.

Direktur Utama PT Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai pengelola tol Pondok Aren-Serpong yang akan menggarap tiga proyek konstruksi itu menjelaskan, pada ruas jalan menuju pintu keluar tol Pamulang akan dibuat flyover untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Adapun nantinya kendaraan dari arah Cinere maupun Kunciran melintas di bawah fly over tersebut.

"Kami juga melakukan pelebaran dan penataan di area jalan pamulang yang tadinya 2x2 menjadi 2x3 yang mana tanahnya sudah tersedia," kata Purwoto, Rabu (30/9/2020).

Berikutnya, untuk mengatasi banjir di kilometer 8 tol Pondok Aren-Serpong akan dibangun jembatan sepanjang 40 meter. Selain itu, permukaan jalan akan ditinggikan untuk mengantisipasi genangan air.

Proyek lainnya, yaitu konstruksi tidak sebidang untuk mengurai kepadatan di sekitar Stasiun Rawa Buntu dekat akses pintu tol Serpong. Purwoto memaparkan, di area tersebut akan dibuatkan flyover dari arah Taman Tekno BSD menuju pintu tol arah Jakarta, tepatnya di depan perumahan De Latinos BSD.

"Ini nantinya akan menyambung dengan Jalan Rawa Buntu yang akan dilakukan pelebaran oleh pihak Pemerintah Kota," imbuh Purwoto.

Mengenai tiga proyek yang akan digarap PT BSD, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menyampaikan empat poin penting yang diamanatkan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Poin pertama, yakni terkait kualitas konstruksi. Hedy mengatakan Bina Marga akan aktif meninjau kualitas konstruksi sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak.

"Kami paham di BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) sudah ada konsultan pengawas, tapi mengingat bahwa ternyata dalam beberapa kasus konstruksi jalan tol kita banyak dikeluhkan oleh pengguna nanti mohon izin (kepada) Direktur Jalan Bebas Hambatan Pak Budi Harimawan yang hadir di sini, kita akan melakukan pengawasan secara langsung," urai Hedy.

adv puprFoto: Screenshot

Aspek berikutnya yang menjadi perhatian Kementerian PUPR, yaitu masalah keselamatan kerja. PT BSD selaku penyelenggara proyek diamanatkan untuk membuat perencanaan pelaksanaan proyek yang matang, untuk menghindari kecelakaan kerja yang memakan korban.

Hedy menambahkan, karena jalan tol sudah beroperasi, pengelola proyek diimbau membuat pengaturan lalu lintas yang efektif untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. Lokasi konstruksi, kata Hedy, hendaknya dipagari dengan baik dan meminimalisir ceceran material pembangunan yang membuat jalanan menjadi kotor, apalagi proyek berlangsung di musim hujan.

"Ini kita sudah ada sistemnya, sudah ada standarnya. Tapi kita lihat di lapangan standar ini tidak diterapkan dengan baik. Mohon menjadi perhatian agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang terkait dengan konstruksi ini," pesan Hedy.

Ketiga, pelaksana proyek diminta mengedepankan protokol kesehatan. Pengerjaan konstruksi, kata Hedy, tetap harus berjalan di masa pandemi, namun harus memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus Corona.

"Protokol kesehatannya sudah ada, tinggal disiplin. Disiplinnya ini yang kami lihat sulit untuk diterapkan. Ini harus dipastikan bahwa disiplin protokol kesehatan ini dapat dijalankan dengan baik," ulas Hedy.

Poin keempat, Hedy menjabarkan soal dampak proyek terhadap lingkungan. Pelaksanan diminta membuat perencanaan yang baik terkait mekanisme pencegahan banjir akibat pengerjaan konstruksi di area proyek maupun di pemukiman warga sekitar.

"Jadi mohon nanti dibuat dengan betul rencana mitigasi risiko banjir selama konstruksi ini. Agar dimitigasi dengan baik," lanjut Hedy.

Mewakili Kementerian PUPR, Hedy turut mengapresiasi PT BSD yang melaksanakan proyek konstruksi di Tangerang Selatan. Berjalannya proyek di masa pandemi ini akan menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja, sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.

"Infrastruktur adalah salah satu kegiatan yang bisa menggerakkan ekonomi dalam masa sulit pandmei ini. Dan tadi dilaporkan bahwa kegiatan ini dapat menyerap tenaga kerja lebih dari seribu. Ini tentu hal yang menggembirakan," kata Hedy. (***/***)