PUPR: 14 dari 64 Jalan Tol Proyek Strategi Nasional Telah Beroperasi

Advertorial - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 00:00 WIB
adv pupr
Ilustrasi pembangunan jalan tol (Foto: detikcom/Alfi Kholisdinuka)
Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat ada 14 ruas jalan tol yang menjadi proyek strategi nasional (PSN) telah beroperasi pada tahun ini. Lalu ada 10 ruas yang beroperasi sebagian, 26 ruas masih tahap konstruksi, dan 14 ruas masih dalam tahap perencanaan.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menjelaskan total 64 ruas jalan tol yang menjadi PSN itu merupakan proyek yang sesuai Perpres 56/2018 dan Surat Menko Bidang Perekonomian nomor IPW/65/M.Ekon/03/2020 tanggal 18 Maret 2020. Namun dari 64 ruas tersebut, ada satu ruas yang akan dikeluarkan dari PSN, yaitu ruas Palembang-Tanjung Api-Api.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, kelihatannya rencana (pembangunan) pelabuhan Tanjung Api-api ini belum final. Jadi belum ada kejelasan kapan dibangunnya. Sehingga karena nanti akan tidak akan efektif kalau dibangun tol, kita tunda dulu," ujar Hedy dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (20/10/2020).

"Karena itu konstruksinya cukup mahal, 60 km dan sebagian besar elevated square, jalan layang. Investasi besar itu kita tunda dulu. Lalu untuk tambahan ruas baru ini karena memang beberapa ruas ini sudah masuk master plan, tapi baru diinisiasi kemarin-kemarin," sambungnya.

Diungkapkannya, ada 9 ruas jalan tol yang diusulkan masuk PSN. Sebanyak 4 ruas di antaranya merupakan lingkup PSN sebelumnya, yaitu Ngawi-Kertosono-Kediri, Bogor Ring Road, Depok-Antasari, dan ruas Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo.

Sedangkan 5 ruas merupakan usulan baru, yaitu Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, akses Pelabuhan Patimban, Maros-Sungguminasa-Takalar, dan Samarinda-Bontang. Hedy juga mengatakan usulan ini bisa bertambah sesuai dinamika yang akan terjadi ke depannya.

"Dari rencana operasi jalan tol 1978-2024 sepanjang 4.817, hingga kini telah beroperasi 2.3030,8 km. Rinciannya, 1978-2014 795 km, 2015-2019 1.298 km, dan tahun 2020 ini sudah beroperasi 210 km," ujar Hedy.

Hedy mengatakan realisasi operasi jalan tol di tahun 2020 mencapai 210,3 km dari rencana 341 km atau sudah 62%. Hingga akhir tahun, ada 11 ruas yang ditargetkan selesai konstruksi dan bisa beroperasi.

adv puprPress Conference yang digelar Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR (Foto: screenshoot)

Update PSN Jalan Bebas Hambatan Non-Tol

Lebih lanjut Hedy menjelaskan ada 4 jalan bebas hambatan non-tol dan jembatan yang masuk PSN dan sampai saat ini masih belum tuntas. Keempat proyek itu ialah Jalan Lingkar Morotai, Jalan Penghubung Palu-Parigi, Jalan Penghubung Gorontalo-Manado, dan Jalan Trans Maluku.

Realisasi Jalan Lingkar Morotai, yaitu telah terbangun jalan sepanjang 150,72 km dari target 189,21 km dan terbangun jembatan 387,18 m dari target 430,88 m. Realisasi Jalan Penghubung Palu-Parigi, yaitu telah terbangun jalan sepanjang 13,08 km dari target 47,86 km dan terbangun jembatan 43,27 m dari target 317,20 m.

Lalu untuk realisasi Jalan Penghubung Gorontalo-Manado, yaitu telah terbangun jalan sepanjang 415,49 km dari target 586,29 km dan telah terbangun jembatan 8,34 m dari target 25 km. Sedangkan realisasi Jalan Trans Maluku, yaitu terbangun jalan 297,23 km dari target 426,42 km dan terbangun jembatan 5.273,75 m dari target 7.416,49 m.

Rencana Jangka Panjang: Memangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam/100 km

Hedy juga menjelaskan rencana dan target jangka panjang jalan bebas hambatan di Indonesia ini yaitu untuk menurunkan travel time atau waktu tempuh hingga 1,5 jam per 100 km. Menurutnya, ini akan berpengaruh ke semua sektor, seperti pengurangan biaya logistik.

"Dari analisis yang kita lakukan travel time di kita itu masih di 2,4 jam per 100 km dan ini dalam jangka panjang travel time ditarget di 1,5 jam di 100 km. Strateginya, salah satunya dengan menjadikan jalan bebas hambatan, yang memungkinkan travel time direduksi signifikan," ujarnya.

"Dari kajian kita bahwa dalam jangka panjang 19.000 ribu km di Indonesia untuk travel time itu 100 km per 1,5 jam. Target ultimate ini sebagai benchmark. Ini kapan (tercapai)nya tergantung banyak hal, kaya ketersediaan anggaran dan lain-lain," sambungnya. (***/***)