Ragam Sumbangsih BRI Selamatkan UMKM di Motamasin Saat Pandemi

Advertorial - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 00:00 WIB
adv BRI
BRI Unit Kobalima (Dok. Inkana Putri)
Malaka - Sejak Maret lalu, 10 bulan sudah Indonesia dihantam pandemi. Tak hanya sektor kesehatan, pandemi Corona juga menghantam perekonomian nasional. Mulai darisektor swasta hingga pelaku pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merasakan dampaknya.

Hal yang sama pun dirasakan para pelaku UMKM di wilayah Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Pembatasan sosial, pengurangan kegiatan ekspor, hingga berhentinya aktivitas kerja menjadi penghambat pergerakan ekonomi di Motamasin.

Melihat hal ini, sebagai penunjang pelaksana pembangunan nasional, Bank BRI turut hadir untuk menjaga denyut nadi pelaku UMKM di Motamasin. Hal ini diwujudkan melalui sederet bantuan salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dan KUR Mikro.

"Selama pandemi kita juga menyalurkan KUR Super Mikro dan KUR Mikro. Jadi nasabah-nasabah yang perlu tambahan modal bisa kami berikan dalam bentuk tersebut sehingga nasabah UMKM bisa lebih maksimal lagi mengembangkan usahanya," jelas Pemimpin Cabang BRI Atambua, Wayan Agus Parta Sumatra.

Kepala BRI Unit Kobalima Poulin Natalia Gella pun mengatakan di tengah pandemi, BRI juga tetap mendukung para UMKM di Motamasin melalui pendampingan. Pihaknya tetap menggali informasi terkait kebutuhan nasabah sehingga BRI bisa memberikan solusi untuk bangkit, salah satunya dengan pemberian modal kerja.

adv BRIKunjungan Kepala dan Mantri BRI Unit Kobalima ke salah satu UMKM Pertanian di Motamasin (Dok. Inkana Putri) Foto: adv BRI

Dalam merangkul UMKM terdampak, BRI juga menurunkan para Mantri untuk tetap turun ke lapangan, tentunya dengan tetap dibekali alat pelindung diri (APD). Dengan begitu, masyarakat tetap bisa membangkitkan kembali usahanya dan bertahan di saat pandemi.

"Nasabah kebanyakan pada waktu pandemi usahanya (terdampak), modal yang yang harus mereka pakai berputar akhirnya mereka pakai untuk konsumsi. Di waktu (kondisi) sudah agak normal modalnya habis, di saat itu BRI mendukung mereka. Jadi nasabah pinjaman, khususnya yang sudah bermitra itu tidak kita lepas. Kita kunjungi satu per satu atau (hubungi) by phone biar kita bisa mengantisipasi untuk bisa pulih kembali," paparnya.

Upaya BRI dalam menjaga geliat UMKM di Motamasin selama pandemi memang sangat bermanfaat. Terlihat selama pandemi, jumlah nasabah peminjam KUR Mikro terus meningkat. KUR Super Mikro yang memang khusus diberikan bagi masyarakat terkena PHK dan para ibu rumah tangga pun mendapat respons yang positif dari masyarakat di Motamasin.

Adapun hal ini terlihat dari adanya peningkatan KUR Mikro dan besarnya jumlah KUR Super Mikro yang disalurkan. Di bandingkan tahun lalu, Polla mengatakan jumlah KUR Mikro yang tersalur meningkat lebih dari 50%.

"Untuk total KUR Mikro yang disalurkan per November 2020 ada Rp 7,5 miliar, dibanding dengan 2019 lebih meningkat yang hanya Rp 3,2 miliar. Sementara itu untuk jumlah penyaluran KUR Super Mikro sebanyak Rp 600 juta," jelasnya.

Peran BRI dalam memacu ekonomi UMKM di Motamasin tak sekadar melalui penyalur KUR saja, melainkan pemberian subsidi bunga dan restrukturasi. Polla menjelaskan BRI memberikan subsidi bunga secara otomatis bagi para nasabah pinjaman.

Adapun jumlah penerima subsidi bunga jumlahnya mencapai 70-80%. Sementara itu jumlah nasabah yang mendapat restrukturisasi totalnya mencapai 153 debitur hingga Desember 2020.

"Rata-rata semua dapat subsidi bunga, terutama yang nasabah pinjaman sekitar 70-80% dapat. Karena baik yang restrukturasi maupun yang tidak semua di kasih, sudah otomatis. Total yang dapat restrukturasi lumayan banyak ada 153 debitur dari bulan April sampai bulan sekarang," ungkapnya.

Sumbangsih BRI di tengah pandemi pun dirasakan langsung oleh Anonsiatus Marianus Riwu (23) salah satu pelaku UMKM pertanian. Di tengah pandemi, beberapa anggota keluarganya terpaksa berhenti bekerja hingga akhirnya memutuskan untuk memulai usaha pertanian yang dinamakan Frontera Garden pada September 2020.

adv BRIPelaku UMKM Pertanian Penerima KUR Super Mikro BRI (Dok. Inkana Putri) Foto: adv BRI

Namun, minimnya sumber air di wilayah perbatasan menghambat produksi panennya. Mengingat proses penyiraman lahan memerlukan dana yang cukup besar. Dan saat itulah Anonsiatus akhirnya memutuskan untuk meminjam KUR Super Mikro kepada BRI sehingga usaha pertaniannya bisa sukses panen.

"Kita terbantu sekali dari BRI kemarin karena pas kita lagi bingung butuh dana sekali. Itu waktu bulan September waktu itu tomatnya sudah tumbuh, kita kan siramnya pakai tangki karena nggak ada mata air. Tangki kan operasionalnya butuh solar, motor air butuh bensin. Kita pas butuh dana waktu itu kita dibantu teman-teman BRI, hari ini survei dan sorenya cair. Seandainya waktu itu BRI memperlambat pencairan, itu kemungkinan bisa batal panen," katanya.

Manfaat KUR BRI di tengah pandemi bukan hanya dirasakan oleh Anonsiatus saja. Angelina Riberu (55), seorang ibu rumah tangga yang dulunya berjualan kue harus berhenti berjualan karena tak ada pembeli. Untuk tetap bertahan saat pandemi, Angelina akhirnya mengembangkan usaha kebunnya lewat bantuan pinjaman dari BRI.

"Saya baru-baru ambil September 2020, saya ambil Rp 5 juta. Waktu itu saya pakai untuk olah kebun bedeng-bedeng, saya beli obat untuk racun hama. Karena (sebelumnya) mama ada jualan kue, tapi mulai dari COVID-19 mama sudah tidak jualan lagi," ungkapnya.

adv BRIIbu Rumah Tangga Penerima KUR Super Mikro (Dok. Inkana Putri) Foto: adv BRI

Di samping bantuan KUR, adanya subsidi bunga juga dirasakan oleh pemilik UMKM kios sembako Yovita Klon Seran (44) yang mengalami penurunan omzet sejak pandemi. Awalnya, Yovita mengambil KUR senilai Rp 4 juta di BRI Unit Betun, kemudian naik menjadi Rp 4 juta dan terakhir Rp 200 juta untuk mengembangkan usahanya.

Yovita yang omzet awalnya bisa mencapai Rp 40 juta per bulan kini harus kehilangan 50% omzetnya saat pandemi. Namun dampak ini terasa berkurang karena adanya bantuan subsidi bunga dari BRI.

"Kalau selama pandemi orang-orang yang datang kurang. Tapi, kita selama pandemi diizinkan untuk bayar bunganya saja bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli. Agustus kita bayarnya sudah seperti semula. Biasanya satu bulan itu bisa sampai Rp 40 juta. Kalau selama pandemi Corona sedikit 20 saja. Pandemi ini sudah kurang sedikit penghasilan kami di pasar," ujarnya.

adv BRIPenerima Bantuan Subsidi Bunga BRI di Tengah Pandemi (Dok. Inkana Putri) Foto: adv BRI

Di ulang tahunnya yang ke-125, BRI dengan tema Brilian turut hadir di perbatasan dalam menghidupkan kembali geliat perekonomian UMKM. Wayan mengatakan ke depan BRI dapat terus berperan aktif mendorong perekonomian nasional, salah satunya melalui bantuan bagi UMKM di batas Motamasin.

"Harapannya ke depan tentunya kami ingin tetap berperan serta aktif dalam memajukan perkembangan perekonomian nasional khususnya di Kabupaten Malaka ini, di daerah Motamasin," pungkasnya.

(adv/adv)