Hasnur Group menegaskan pentingnya peran manusia, budaya, dan tata kelola sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan dan transformasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan bisnis pada 2026.
Pesan tersebut disampaikan dalam Townhall Hasnur Group 2026 yang mengusung tema Living Our Values, Innovating Through the Change. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah perusahaan, memperkuat budaya kerja, serta menunjukkan kesiapan Hasnur Group sebagai grup usaha terdiversifikasi dalam menghadapi dinamika industri, ketidakpastian global, serta meningkatnya tuntutan tata kelola dan keberlanjutan.
Townhall diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Tujuh Nilai Inti Hasnur Group sebagai penegasan fondasi budaya perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari mengajak seluruh insan Hasnur Group melihat perusahaan dari perspektif yang lebih luas dan berjangka panjang. Ia menggambarkan perusahaan sebagai kapal besar yang berlayar menuju tujuan jangka panjang dengan kebutuhan arah yang jelas dan kompas yang tepat.
"Dengan tujuh Strategic Business Unit yang memiliki karakter berbeda, tantangan kita adalah memastikan seluruh unit tetap bergerak dalam satu arah menuju masa depan Hasnur Group yang berkelanjutan," ujar Jayanti dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Jayanti menekankan penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture serta pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar seluruh proses organisasi berjalan adaptif, efektif, dan mendukung keberlanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian Townhall 2026, Hasnur Group menghadirkan Country Manager RMA Group Indonesia Toto Suharto sebagai pembicara tamu dalam talkshow bertema How Leadership Shapes Results Through Culture. Dalam paparannya, ia menekankan peran kepemimpinan dan budaya dalam menentukan hasil organisasi.
"Hasil terbaik hanya dapat dicapai ketika keyakinan dibangun dari dalam diri, dikelola menjadi budaya, dan diwujudkan melalui aksi yang konsisten. Transformasi budaya adalah proses yang harus dikelola secara sadar dan berkelanjutan," kata Toto.
Sesi talkshow dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Head of Nomination and Human Capital Committee Hasnur Group Dr. Zulfikar Alimuddin bersama jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Hasnur Group, termasuk CEO Hasnur Group Zainal Hadi HAS HB. Para narasumber menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, kepemimpinan berbasis kompetensi, serta peran manusia sebagai fondasi utama perusahaan dalam menghadapi transformasi berkelanjutan.
"Memiliki aset atau fasilitas besar bukan jaminan keberhasilan. Fondasi utama kita adalah people. Dalam situasi yang tidak mudah, justru di situlah kita diuji untuk menjadi tim yang solid dan terus bertumbuh," tutur Zainal.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Hasnur Group menggelar syukuran milad Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari sekaligus meluncurkan Whistle Blowing System (WBS) dan Knowledge & Innovation Management System.
WBS menjadi kanal resmi perusahaan untuk menerima serta menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran secara independen dan rahasia, sekaligus melindungi pelapor dari segala bentuk tindakan balasan. Peluncuran sistem ini menegaskan komitmen Hasnur Group terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance, integritas, dan transparansi.
Seiring penguatan tata kelola, Hasnur Group juga memperkenalkan Knowledge & Innovation Management System sebagai platform pengelolaan pengetahuan dan pengembangan inovasi di seluruh entitas.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 400 insan Hasnur Group dari berbagai entitas ini juga menjadi momentum pengenalan program Culture Activation, termasuk pembentukan taskforce intervensi budaya dan culture agent sebagai penggerak internalisasi nilai perusahaan.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan Top Learner Ruang Kerja kepada enam karyawan dalam dua kategori, yakni Mandatory Courses Completion Award dan Self-Enrolled Courses Completion Award, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pembelajaran dan pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Simak juga Video: Segudang Tantangan Bisnis Bus Pariwisata Menurut Mas Wahid











































