Sedang acara kedua adalah menyelenggarakan seminar dengan topik “Energy, Innovation, and Sustainable Development” yang akan membahas berbagai aspek kebijakan publik di bidang energi di beberapa negara Asia, seperti Indonesia, China, dan Vietnam.
Dekan FE-UI Prof Firmanzah, Ph.D. menyatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan kita bisa mendapat pelajaran dari negara lain tentang metode dan pendalaman mengenai disiplin kebijakan public. “Selain itu, juga dapat memahami lebih jauh tentang antisipasi beberapa negara Asia dalam mengatasi kelangkaan energi di masa mendatang,” kata Firmanzah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fritz E. Simandjuntak, Presiden Rajawali Foundation menambahkan, “Program ini merupakan kepedulian kami terhadap kondisi kebijakan publik yang seringkali malah tidak memberi kepastian bagi masyarakat, dunia usaha dan lapisan sosial lainnya. Proses demokrasi bersamaan dengan otonomi daerah memerlukan pemimpin kepemerintahaan yang terampil dalam manajemen pemerintahan dan kebijakan publik yang baik untuk masyarakat luas,” imbuhnya.
Di sela-sela acara Asia Public Policy Forum, yaitu pada tanggal 10 Mei 2011, akan dilakukan juga penandatangan kerjasama antar Rajawali Foundation dengan FE-UI untuk mendirikan program Indonesia Centre for Public Policy Studies. Lembaga ini diharapkan mampu memberikan pelatihan, penelitian dan beasiswa bagi peminat yang ingin menekuni kebijakan publik, termasuk bagi kalangan politisi dan pejabat pemerintahan. "Kami sangat menyambut baik program yang sejalan dengan visi dan misi UI yaitu secara aktif turut membangun daya saing Indonesia dalam bidang SDM termasuk pemimpin kepemerintahan", demikian Rektor UI Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri.
(adv/adv)











































