Follow detikFinance
Selasa 14 Mar 2017, 17:51 WIB

Cegah Permainan Harga Cabai, Gerak-gerik Pengepul Diawasi Ketat

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Cegah Permainan Harga Cabai, Gerak-gerik Pengepul Diawasi Ketat Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pengawasan terhadap para pengepul cabai rawit merah sedang berjalan. Ini dilakukan setelah Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bareskrim Polri mengungkap keterlibatan pengepul memainkan harga sehingga cabai rawit merah mahal.

Kementan mendeteksi ada 9 pengepul besar yang memainkan harga cabai rawit merah. Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono, polisi telah memantau pergerakan para pengepul besar ini dalam mendistribusi cabai rawit merah.

"Semua petugas dipasang di pasar, semua pasar, dan mereka punya jaringan intelijen juga," ungkap Spudnik kepada detikFinance, Selasa (14/3/2017).

Baca juga: Begini Modus Permainan yang Bikin Harga Cabai Rawit Merah Mahal

Spudnik menjelaskan, pengepul besar ini memiliki 4-5 pengepul kecil. Para pengepul kecil ini bergerilya membeli cabai rawit merah dari petani dengan harga tinggi.

"Mereka beli dari petani Rp 60.000/kilogram (kg). Pengepul besar itu punya pengepul-pengepul kecil. Ini yang bikin harga jadi kacau," ujar Spudnik.

Selanjutnya, cabai rawit merah dipasok lagi ke pengepul besar dengan harga yang lebih tinggi lagi, misalnya di kisaran Rp 75.000-Rp 80.000/kg.

Dari pengepul besar dipasok lagi ke industri makanan olahan, seperti pabrik sambal. Para pengepul besar ini telah memiliki kontrak harga tinggi dengan industri.

"Mereka dapat delivery order dari industri dengan harga yang tinggi Rp 181.000/Kg," ujar Spudnik.

Baca juga: Tersangka Kasus Permainan Harga Cabai Rawit Merah Tambah Jadi 4 Orang

Alhasil, karena ada pembeli berani membayar tinggi, para pengepul memilih memasok cabai ke industri ketimbang pasar induk, contohnya Pasar Induk Kramat Jati.

Pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati akhirnya seret sehingga harga melonjak di atas Rp 130.000/kg. Bahkan sempat tembus di atas Rp 160.000/kg.

"Pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati yang biasanya 50 ton per hari ditekan sehingga harga naik," tutur Spudnik.

Spudnik berharap, dengan melibatkan Bareskrim, para pengepul yang selama ini memainkan harga cabai akhirnya sadar dan menghentikan aksinya selama ini.

Jika tidak, maka Polisi akan menindak tegas para pengepul itu.

"Mereka mestinya segera sadar, jangan memainkan harga. Kalau enggak, tetap jalan terus, disusuri terus. Ini juga sebagai pembelajaran, dan aliran cabai rawit merah akan terus dipantau," kata Spudnik. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed