Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Mei 2017 08:14 WIB

Rencana Hidupkan 1.600 Km Rel Mati di Jawa

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dikhy Sasra Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) seluruh rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa dan Madura, yang saat ini mati. Saat ini total panjang rel mati di Pulau Jawa dan Madura mencapai 1.600 kilometer (km) lebih.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono, mengungkapkan pihaknya baru bisa melakukan reaktivasi secara bertahap. Sesuai rencana induk Kemenhub, jalur-jalur rel mati tersebut bisa direaktivasi seluruhnya pada 2030.

Dari ribuan kilometer jalur rel mati tersebut, beberapa prioritas utama, yakni jalur Padalarang-Cianjur, Tawang-Tanjung Emas, Semarang Kedungjati-Tuntang, kemudian dalam waktu dekat dilanjutkan dengan Rangkasbitung-Labuan.

"Sebenarnya semuanya itu prioritas, artinya karena yang belum diaktifkan kembali itu bagus semuanya. Contoh yang konkret reaktivasi Stasiun Tawang Semarang ke Pelabuhan Tanjung Emas ini cuma 3 kilometer," jelas Prasetyo kepada detikFinance di kantornya, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Selain jalur-jalur rel mati penghubung antar kota di zaman Hindia Belanda itu, Kemenhub juga memprioritaskan reaktivasi jalur-jalur kereta yang menghubungkan langsung ke pelabuhan. Zaman dulu, Belanda selalu membangun rel kereta api menuju pelabuhan-pelabuhan besar yang dibangunnya seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Tanjung Priok.

"Jawa banyak Rangkasbitung-Labuan, itu termasuk kan pelabuhan ikan itu Labuan. Coba bayangkan, dari kereta api jalur lintas Utara Jawa ke Tanjung Priok sudah nyambung, ke Tanjung Perak Surabaya juga sudah nyambung, bagaimana kalau Semarang sudah nyambung. Ada lagi nanti ke (Pelabuhan) Cirebon, tanahnya sudah beralih fungsi, karena sudah terlalu lama tidak diaktifkan," kata Prasetyo.

Berikut rel-rel mati di Pulau Jawa yang direncanakan direaktivasi:

1. Jawa Barat dan Banten sepanjang 410 km
  • Rangkasbitung-Labuan: 56 km
  • Saketi-Bayah: 96 km
  • Indramayu-Jatibarang: 19 km
  • Cirebon-Kadipaten: 47 km
  • Bandung-Soreang: 30 km
  • Cibatu-Cikajang: 54 km
  • Banjar-Cijulang: 83 km
  • Rancaekek-Tanjung Sari: 25 km
2. Jawa Tengah sepanjang 585 km
  • Semarang-Lasem: 122 km
  • Purwokerto-Wonosobo: 92 km
  • Demak-Blora: 100 km
  • Yogyakarta-Kedungjati: 120 km
  • Secang-Panarakan: 28 km
  • Kudus-Bakalan: 22 km
  • Juana-Tayu: 27 km
  • Rembang-Cepu: 74 km
3. Jawa Timur sepanjang 615 km
  • Madiun-Slahung: 62 km
  • Lasem-Bojonegoro: 83 km
  • Tuban-Jombang: 111 km
  • Sidoarjo-Tarik: 22 km
  • Rogojambi-Srono: 13 km
  • Mojokerto-Bangil: 102 km
  • Lumajang-Rambipuji: 60 km
  • Klakam-Pasiran: 36 km
  • Kamal-Pamekasan: 113 km
  • Bangkalan-Telang: 13 km
(idr/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com