Follow detikFinance
Rabu, 07 Jun 2017 11:43 WIB

Ada Rel Mati di Banten, Dibangun Romusha Zaman Jepang

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dok. PT KAI Foto: Dok. PT KAI
Jakarta - Tak hanya pemerintahan Kolonial Belanda, pemerintah militer Jepang juga tercatat pernah membangun jaringan rel kereta api di Indonesia. Namun demikian, semua jalur yang dibangun Jepang saat perang dunia kedua ini nasibnya kini jadi rel mati.

Mengutip data PT Kereta Api Indonesia (KAI), saat masih berkuasa di Indonesia, Negeri Matahari Terbit itu membangun jalur kereta api di tanah air yakni Saketi-Bayah di Banten. Selain di Banten, Dai Nippon juga membangun jalur kereta api lainnya, tepatnya di Muaro-Pekanbaru di Riau.

VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin, menjelaskan jalur rel kereta api tersebut menyambungkan jalur yang sudah terlebih dahulu dibangun Belanda yakni Rangkasbitung-Labuan. Sementara Jepang melanjutkan pembangunan rel dari percabangan dari Stasiun Saketi yang sudah lebih dulu dibangun Belanda, menuju ke Bayah.

"Ada 20 jembatan di sepanjang jalur rel kereta Saketi-Bayah, struktur jembatannya masih kuat karena setiap ujung jembatan disusun dari material batu," jelas Agus kepada detikFinance, Kamis (7/6/2017).

Ada Rel Mati di Banten, Dibangun Romusha Zaman JepangFoto: Dok. PT KAI

Lintasan kereta api Bayah-Saketi dibangun Jepang pada tahun 1943-1944 dengan menggunakan tenaga pekerja romusha. Sementara perancangnya dilakukan oleh ahli perkeretaapian Belanda yang menjadi tawanan perang Jepang. Namun kemudian, lantaran dianggap tidak ekonomis, jalur kereta ini kemudian ditutup pada tahun 1951.

Saat itu, operasi kereta api Saketi-Bayah mengandalkan lokomotif dari perusahaan kereta api Belanda, Staatsspoorwegen (SS), yakni lokomotif uap BB10. Sempat beroperasi beberapa tahun, jalur ini kemudian ditutup resmi pada tahun 1951 karena dianggap kurang ekonomis saat itu.

Ada Rel Mati di Banten, Dibangun Romusha Zaman JepangFoto: Dok. PT KAI
(idr/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed