Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 10 Jun 2017 11:37 WIB

Dipuji Leonardo DiCaprio, Susi Si Aktivis Hak Laut

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Wahyu Daniel Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Aktor beken, Leonardo DiCaprio, memuji aksi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang berani memberantas maling ikan di laut Indonesia. Leonardo juga kagum sikap tegas Susi menenggelamkan kapal para pelaku maling ikan.

Pujian itu disampaikan Leonardo dalam acara World Oceans Day 2017 di kantor PBB, New York, Kamis (8/6/2017). Leonardo tidak datang langsung, namun videonya ditayangkan di acara itu.

Pujian Leonardo DiCaprio memang layak disematkan pada Susi. Apalagi, dalam ajang internasional tersebut, Susi kembali mengutarakan suara pemerintah Indonesia soal perlindungan hak asasi terhadap laut, karena lautlah yang akan menjamin ketersediaan pasokan makanan untuk generasi yang akan datang.

"Kita harus tahu, bahwa laut dan kehidupan di bawahnya mempunyai hak untuk hidup secara berkelanjutan," ujar Susi dalam forum dialog di Konferensi Kelautan PBB bertema 'Making Fisheries Sustainable', di kantor pusat PBB, New York, Rabu (7/6/2017).


Dalam forum tersebut, Susi menyuarakan agar dibentuk sebuah badan dunia yang bertugas melindungi laut. Tugas dari badan tersebut tidak boleh diganggu oleh kepentingan politik manapun.

Susi mengatakan, badan yang dibentuk itu nantinya akan bertugas menjaga dan memonitor kondisi ikan dan terumbu karang di laut. Kemudian juga melawan pencurian ikan atau Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Kejahatan maritim

Selain itu, Susi mengatakan, penangkapan ikan di laut harus dilakukan dengan metode yang ramah lingkungan. Sehingga tidak mengganggu mobilitas induk ikan melakukan kegiatan alaminya berkembang biak dan bertelur.

"Perlindungan terhadap nelayan kecil juga harus dilakukan dengan cara melindungi laut kita. Kita harus bisa meyakinkan bahwa nelayan kecil bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan kondisi laut yang berkelanjutan," papar Susi.

"Karena itu, dengan memahami dan menjaga hak laut, maka kita juga menjaga hak dari nelayan kecil untuk bisa meningkatkan kualitas hidupnya," lanjut Susi.


Tak hanya soal perlindungan laut, Susi kembali menyuarakan keinginannya memasukkan IUU Fishing sebagai bagian dari kejahatan maritim antar negara yang terorganisir (transnational fisheries crime).

"Kita harus menyadari bahwa kejahatan di laut seringkali melibatkan kapal ikan, termasuk human trafficking, perdagangan obat-obatan terlarang, penyelundupan bahan bakar minyak, serta penyelundupan barang," tegas Susi.

Karena itu Susi ingin adanya resolusi dari PBB yang menyatakan bahwa IUU Fishing atau pencurian ikan masuk dalam kejahatan maritim terorganisir antar negara. (hns/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed