Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Agu 2017 16:05 WIB

Buah dari Daerah-daerah Ini Mampu Tandingi Produk Impor

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Kondisi tanah yang subur dengan iklim yang tropis membuat wilayah-wilayah di Indonesia memiliki potensi yang cukup tinggi untuk menghasilkan produk-produk pertanian lokal, termasuk buah-buahan.

Food Director PT Trans Retail Indonesia, Caesario Parlindungan, menuturkan berbagai daerah, di Sumatera dan di Jawa menjadi penghasil terbesar buah-buahan lokal. Kondisi tersebut pun dipengaruhi oleh tingkat curah hujan di wilayah tersebut yang cukup baik.

Menurutnya wilayah yang paling banyak menghasilkan buah-buahan berada di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah.


"Sumatera dan Jawa itu pemasok buah-buahan terbesar. Tapi paling banyak (buah-buahan) dari Jawa Timur dan Jawa Tengah," ujar Caesario kepada detikFinance, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur, merupakan kota penghasil buah-buahan lokal. Dua wilayah yang paling terkenal yakni Blitar dan Malang. Buah-buahan yang dihasilkan seperti Semangka, Melon, hingga Apel.

Sementara di Jawa Tengah, wilayah di sepanjang Pantura, Pemalang hingga Ambarawa juga menjadi produsen buah-buahan lokal seperti mangga, manggis dan salak.

"Jawa Timur itu hampir di semua daerah produksi buah lokal. Seperti Blitar dan Malang. Jawa tengah itu, daerah Pantura, Pemalang, Ambarawa. Di sana kaya akan buah-buahan pohon yang tanamnya panjang," ujarnya

Sementara itu wilayah di Sumatera, yang juga menjadi penghasil buah-buahan lokal, yakni Medan dan Lampung. Buah yang dihasilkan beragam seperti, Pisang, Nanas, dan Durian.

Bersaing dengan buah impor

Menurut Caesario, buah lokal bisa bersaing dengan produk impor. Selain harga yang lebih kompetitif, minat masyarakat terhadap buah lokal juga lantaran jenis buah yang lebih variatif. Contohnya pisang dan mangga yang memiliki berbagai jenis pilihan bagi penikmatnya.

"Dari sisi potensi minat masyarakat masih terhadap buah lokal. Karena variasinya banyak. Mangga saja lebih dari 10 jenis. Sehingga konsumen juga enggak bosen, terang Caesario.

Pilihan jenis buah lokal yang beragam juga dinilai Caesario, sebagai daya tarik tersendiri bagi masyarakat memilih buah lokal dalam menciptakan berbagai kreasi.

"Pisang kan mungkin bisa sampai 15 jenis yang kita jual. Itu pun belum semua jenis pisang yang ada di Indonesia, pastinya banyak sekali. Gaya konsumsinya juga beda-beda. ada yang digoreng, dikukus. Itu membuat konsumen juga tertarik untuk melakukan kreasi dengan buah lokal," jelas Caesario.


Hal tersebut yang membuat eksistensi buah-buah tetap terjaga. Belum lagi rasa khas dari buah lokal yang juga sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia.

"Dari sisi rasa lebih masuk lah. Sehari-hari di meja kan ketemunya, jeruk lagi, melon lagi, semangka lagi, pisang lagi. Di Indonesia kaya sekali jenisnya," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com