Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Mar 2020 09:50 WIB

Terbesar Dalam Sejarah, AS Guyur Rp 32.000 T Redam Dampak Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Gedung Putih Foto: Gedung Putih (Thinkstock)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) sepakat menggelontorkan paket stimulus sebesar US$ 2 triliun atau setara dengan Rp 32.000 triliun (kurs Rp 16.000/per US$). Hal itu dilakukan untuk menggenjot perekonomian AS di tengah tekanan pandemi virus corona (COVID-19).

Senator Mitch McConnell mengumumkan, kesepakatan berhasil didapat setelah melalui diskusi yang cukup panjang. Paket bantuan itu merupakan stimulus ekonomi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern AS.

"Setelah melalui diskusi intens yang panjang, senat telah mencapai kesepakatan untuk paket relaksasi bersejarah ini guna mengatasi pandemi (virus corona)," ujarnya dilansir dari CNN yang dikutip detikcom, Kamis (26/3/2020).

Adapun detail lengkap dari paket stimulus ini belum dirilis. Meski begitu, berdasarkan hasil diskusi paket stimulus akan difokuskan ke beberapa sektor.

Sebesar US$ 250 miliar akan diberikan untuk bantuan langsung ke keluarga dan individu, US$ 350 miliar untuk pinjaman usaha kecil, US$ 250 miliar untuk asuransi dan bantuan pengangguran, dan US$ 500 miliar untuk bantuan kepada perusahaan yang terdampak.

Di bawah rencana yang sedang dinegosiasikan, orang-orang yang berpendapatan kotor US$ 75.000 per tahun atau kurang akan mendapatkan pembayaran langsung masing-masing US$ 1.200 per bulan, dengan pasangan yang menikah berpenghasilan hingga US$ 150.000 per tahun menerima US$ 2.400 per bulan, dan tambahan US$ 500 per setiap anak.

Pembayaran akan dikurangi berdasarkan pendapatan, namun bantuan tidak akan diberikan kepada lajang yang berpenghasilan US$ 99.000 per tahun dan pasangan tanpa anak berpenghasilan US$ 198.000 per tahun.

Selain itu, RUU ini juga akan menyediakan sejumlah dana untuk rumah sakit yang terkena dampak parah dengan besaran US$ 130 miliar serta US$ 150 miliar untuk pemerintah negara bagian dan lokal yang kekurangan uang karena aksi respons mereka terhadap virus corona.



Simak Video "Kenali Gejala Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com