Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 21:05 WIB

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari COVID-19

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Faisal Basri Berbicara Mengenai Sektor Energi dan Industri

Pengamat Ekonomi, Faisal Basri melakukan bincang bersama wartawan perihal Holding BUMN Migas di Jakarta, Jumat (16/3/2018).


Selain berbicara mengenai Holding BUMN Migas Mantan Ketua Tim komite Tata Kelola Migas Faisal Basri berbicara mengenai isu isu di sektor energi dan industri. Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ekonom senior Faisal Basri kritik keras Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Faisal menyebut Luhut lebih berbahaya daripada virus corona.

Faisal sendiri tidak bicara banyak soal apa yang dia maksud Luhut lebih berbahaya dari virus corona dalam cuitannya.

"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," cuit Faisal dalam akun Twitter @FaisalBasri, dilihat detikcom, Jumat (3/4/2020).

Hingga berita ini ditulis, setidaknya cuitan Faisal ini telah dibalas netizen sebanyak 780 lebih balasan. Beberapa akun mendukung pernyataan Faisal.

"Say it louder, Pak Faisal! The world needs to hear this," kata salah satu akun.

Beberapa akun lainnya justru mengingatkan agar Faisal berhati-hati dalam bertutur kata, bisa jadi cuitannya merupakan pencemaran nama baik.

"Keras tapi sdh masuk katagori pencemaran nama baik. Ada pertanggungjawaban hukum didalamnya," cuit akun lainnya.

detikcom sudah mencoba meminta klarifikasi Faisal Basri terkait maksud cuitannya tersebut, namun belum mendapat respons. Selain itu, detikcom juga meminta komentar dari pihak Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, dalam hal ini Jodi Mahardi selaku juru bicara, namun belum mendapat respons.

Sebelumnya, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN juga sempat menyerang Luhut. Dalam akun YouTube-nya, Said menyoroti persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) dan menghubungkannya dengan penanganan COVID-19.

Said menilai pemerintah saat ini lebih mementingkan peninggalan monumental (legacy) berupa ibu kota baru di atas permasalahan lainnya. Dia juga sempat menyebut Luhut menekan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak 'mengganggu' dana untuk pembangunan IKN baru, dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara

Menanggapi kritik Said, pihak Kemenko Kemaritiman dan Investasi menuntut Said Didu minta maaf. Bila tidak, pihak Luhut akan memidanakan Said Didu.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata juru bicara Menko Luhut, Jodi Mahardi, lewat keterangan pers tertulis kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).







Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com