Empat kegiatan migas itu antara lain produksi migas (lifting), ekspor impor migas, cost recovery dan kebijakan produksi-penjualan migas.
Demikian disampaikan oleh Anggota DPR dari Fraksi PAN Dradjad H. Wibowo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modus selama ini, para KKKS menurunkan lifting dan menaikan biaya," ujarnya.
Untuk masalah audit ekspor dan impor migas akan difokuskan pada penilaian kewajaran pengadaan crude untuk produksi BBM termasuk kewajaran harga dan proses pengadaan dan menilai kewajaran jumlah crude entitlement pemerintah yang tidak dijual atau diproses di kilang Pertamina termasuk penetapan harganya ke penjual.
Mengenai cost recovery, akan ditekankan pada tujuan menilai kewajaran pembebanan cost recovery KKKS, kewajaran perhitungan bagi hasil dengan KKKS.
Yang terakhir adalah audit kebijakan produksi dan penjualan migas yang akan dilakukan secara simultan bersama dengan pemeriksaan produksi, lifting, cost recovery KKKS.
"Saya baru terima hari ini, yang menunjukan sikap BPK telah memberikan sambutan positif terhadap keinginan DPR, soal angket migas," katanya.
Dikatakannya audit ini akan dimasukan sebagai audit tujuan tertentu BPK dan Komisi XI siap akan membantu pendanaannya.
"Komisi XI siap membantu dari dana kalau perlu tahun ini. Kalau audit lifting punya kemampuan, BPK mengatakan bisa tetapi tidak semuanya karena teknis, lifting akan menjadi prioritas," jelasnya.
Ia mengharapkan setelah lebaran, BPK sudah siap akan menurunkan timnya untuk segera melakukan audit ini. (hen/ir)











































