"Kita sudah saling memahami, tidak perlu saling ancam mengancam," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Sekretaris Partai Komunis China Provinsi Guangdong Wang Yang, di kantor wapres, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keadaan sekarang sudah berubah, saya yakin pemerintah Tiongkok itu memahami kita dan kita kedua negara itu saling membutuhkan. Tidak mudah mengubah kontrak yang sudah dipatok, tapi kita sudah saling memahami," kata Kalla.
Kalla juga menegaskan, permasalahan LNG Tangguh yang akhir-akhir ini memanas sama sekali tidak ada kaitannya dengan posisinya sebagai ketua umum partai Golkar.
"Ini bukan sebagai ketua umum Golkar, saya sebagai Wapres. Masalah itu adalah masalah pemerintah, bukan sebagai partai. Masalah itu sudah berkembang sebelum dipermasalahkan oleh para pengamat. Ini kan masalah besar, kenapa bisa begini?" ketusnya.
Soal pertemuannya dengan Wang Yang, Kalla mengatakan bahwa sama sekali tidak didiskusikan mengenai masalah LNG Tangguh tersebut.
"Kami tidak menyinggung ke arah sana. Presiden juga kan sudah bicara, kita hanya bicara soal perdagangan dan investasi dengan Guangdong. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, Guangdong itu meskipun hanya provinsi, dia itu provinsi yang kuat, itu sama dengan 5 provinsi kalau di Indonesia," katanya.
(qom/ir)










































