Batik dan Belitan Masalah

Batik dan Belitan Masalah

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 14:45 WIB
Batik dan Belitan Masalah
Jakarta - Industri batik sedang ngetren. Namun untuk melangkah kedepan, industri batik menghadapi berbagai tantangan yang cukup serius mulai dari masalah regenerasi hingga limbah.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen IKM Depperin Fauzi Aziz acara Pameran Dan Penjualan Batik Gelar Batik Nusantara di Plasa Pameran Industri, Departemen Perindustrian, Jakarta, Senin (8/92008).
 
"Masalah-masalah tersebut antara lain, generasi pembatik usia muda masih sangat terbatas sehingga menyulitkan regenerasi. Selain itu kebanyakan industri batik belum melakukan perbaikan sistem dan teknik produksi yang baik," katanya.
 
Masalah limbah pun masih menjadi hambatan karena sebagian besar masih menggunakan zat warna kimia dan penanganan limbahnya belum dilakukan secara benar sehingga dapat mencemari lingkungan.

"Ketersediaan bahan baku khususnya kain sutera utamanya yang dibuat dengan ATBM jumlahnya masih terbatas," jelasnya.
 
Hal serupa disampaikan oleh Ketua Yayasan Batik Indonesia Ika BS Wahyudi. "Banyaknya kesulitan tersebut membuat banyak batik printing atau sablon bermunculan. Tapi batik seperti itu tidak bisa dibilang batik itu hanya tekstil biasa," jelasnya.
 
Batik printing atau sablon tersebut memiliki biaya produksi lebih murah namun dengan kualitas yang lebih rendah pula. "Para pengrajin batik asli bisa tersisih oleh batik sablon tersebut," katanya.
 
Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan batik yang asli, karena selain mendukung para pengarjin batik asli juga dapat membantu pelestarian batik Indonesia.
(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads