"Hari ini harga daging sapi sudah mencapai Rp 65 ribu/kg. Sebelumya Rp 50 ribu/kg. Mungkin harga akan terus naik. Pembeli mengeluhkan harga yang terus naik sehingga pembelian jadi sepi," Giyarti, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Gede, Solo, Senin (8/9/2008).
Para pedagang di pasar memperkirakan menjelang lebaran naik harga akan lebih tinggi lagi. Faktor penyebabnya adalah selain karena trend harga di pasar memang cenderung naik menjelang puasa, kelangkaan stok daging di pasaran diperkirakan akan terus berlanjut seiring maraknya razia aparat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia-razia tersebut diperkirakan mempengaruhi kuantitas daging di pasaran karena banyak RPH yang enggan menyembelih hewan sapi.
Kondisi harga daging sapi yang terus melejit segera mempengaruhi lapis usaha setelahnya. Beberapa pemilik warung mengaku kebingungan menentukan harga baru mengikuti harga bahan baku yang terus melonjak.
"Semua bahan baku memang cenderung naik di bulan puasa hingga lebaran, tapi harga gading sapi saat ini benar-benar sangat tinggi. Saat ini kami belum berani menaikkan harga karena khawatir pelanggan protes. Hal ini mempengaruhi penghasilan kami setiap harinya," ujar Ny Candra.
"Sebaiknya Pemerintah segera mengambil sikap tegas tentang agar harga kembali stabil. Kalau memang telah menyembelih sapi dengan cara-cara yang benar, sebaiknya jagal (RPH) juga tidak perlu ketakutan sehingga terjadi stok daging langka seperti ini," ujar Ny Warto, salah seorang pedagang lainnya. (mbr/qom)











































