Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo usai berbicara dalam Seminar mengenai Ketahanan Energi di Universitas Indonesia, Rabu (10/9).
"Mudah-mudahan (tambahan produksi) ini bisa, walaupun mereka bilang tidak sanggup," kata Evita seperti dilansir situs Dirjen Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah mengusulkan lifting sebesar 950.000 barel per hari. Angka ini sudah memasukkan produksi Chevron yang sebelumnya digunakan sebagai swap dengan gas dari ConocoPhillips.
Dalam rapat dengan Panitia Anggaran, sebagian produsen minyak terbesar mengaku tidak sanggup menaikkan produksinya. Alasan utamanya adalah lapangan-lapangan yang ada sudah tua sehingga penurunan produksi adalah hal yang tidak bisa dihindari.
(lih/qom)











































