Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
Â
"Rencana IPO lima BUMN prioritas most likely ditunda, untuk tahun ini kita cukup dapat izin saja dulu dari DPR," katanya.
Lima BUMN prioritas yang akan diprivatisasi tahun ini adalah PT Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PTPN VII dan PT Bank Tabungan Negara.
Â
Menurutnya, penundaan tersebut diakibatkan lambatnya keputusan dari DPR dan menurunnya harga-harga komoditas sehingga dapat mempengaruhi maksimal raupan dana yang bisa diambil dari privatisasi.
Â
"Seandainya sudah dapat izin bulan Juli lalu langsung lakukan IPO, itu hasilnya bisa bagus sekali. Sekarang komoditas sedang turun, akibatnya harga saham juga turun ditambah kondisi pasar dan keuangan global yang sangat tidak pasti," ucapnya.
Â
Ia menambahkan, dengan turunnya restu dari DPR, Pemerintah bisa dengan leluasa menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan privatisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































