Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, hal ini memungkinkan karena proyek Tangguh sebenarnya sudah mencapai tingkat keekonomiannya pada tahap pertamanya.
"Kita bilang memang kepada BP, base load economic Tangguh kan sudah tercapai. Berarti sisanya bisa dalam negeri. Saya sudah bilang untuk domestik, prioritas," katanya usai raker dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/9/2008).
Untuk itu, menurut Purnomo, konsumen dalam negeri harusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan gas dari dalam negeri.
"Ayo bareng-bareng kesana, minta berapa juta ton, silakan dibuka. Sisanya 2 train. Pintu sudah kita buka lebar-lebar, jangan NATO, no action, talk only. Move it! Tapi meski saya sudah bilang begitu, kalau 20 tahun nggak diambil-ambil gimana?" katanya.
Pada pengembangan tahap pertama, produksi gas Tangguh bisa mencapai 7,6 juta ton. Dimana 2,6 juta ton diantaranya dikirm ke China. Memang tidak ada gas yang diperuntukkan bagi konsumen dalam negeri karena tidak ada yang berminat.
"Sudah ditawarkan 20 tahun, nggak laku-laku juga," kata Purnomo beberapa waktu lalu.
Saat ini, salah satu proyek yang mengincar gas Tangguh adalah proyek konsorsium PGN, Pertamina dan PLN. Mereka berencana membangun terminal penerima LNG di Jawa Barat dengan kapasitas 3 juta ton.
Komitmen gas yang didapat baru sekitar 1,5 juta ton dari lapangan Total di East Kalimantan. Sisanya 1,5 juta ton lagi rencananya mau mengambil dari Tangguh. (lih/ddn)










































