Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Bandara Masih Normal

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Bandara Masih Normal

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2026 22:15 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Operasional Bandara Masih Normal
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya telah menerima informasi awal terkait aktivitas erupsi tersebut melalui laporan Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pukul 09.10 WIB, tercatat jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandara. Jarak sebaran abu sekitar 31,4 km dari Bandara Soekarno-Hatta, 18,5 km dari Bandara Pondok Cabe, dan 31,4 km dari Bandara Halim Perdanakusuma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, hasil pengamatan di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan paper test VA hingga saat ini tidak mendeteksi adanya abu vulkanik.

"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar," kata Lukman dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

ADVERTISEMENT

Pihaknya meyakini akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, dan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kelanjutan operasional penerbangan khususnya pasa bandar udara terdampak abu vulkanik.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dan perkembangan terbaru melalui NOTAM/ASHTAM terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik," pungkasnya.

(ada/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads