Subsidi Listrik 2009 Menyusut Jadi Rp 60,43 Triliun

Subsidi Listrik 2009 Menyusut Jadi Rp 60,43 Triliun

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 11:12 WIB
Subsidi Listrik 2009 Menyusut Jadi Rp 60,43 Triliun
Jakarta - Subsidi listrik untuk RAPBN 2009 ditetapkan sebesar Rp 60,43 triliun dengan asumsi optimalisasi gas dan pertumbuhan konsumsi listrik yang dinaikkan menjadi 6,99%. Jumlah subsidi ini lebih kecil dari 2008 yang sebesar Rp 88,2 triliun.

Demikian dikatakan Dirut PLN Fahmi Mochtar usai raker dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
 
"Sesuai persetujuan Komisi VII, ditetapkan subsdii listrik sebesar Rp 60,43 triliun. Ini sesuai nota keuangan, walau sebelumnya angka ini sempat menurun karena PLN optimalisasi penggunaan gas beberapa pembangkit jadi Rp 58 triliun. Tapi kami usulkan subsidi tetap, dengan pertumbuhan 5,63% jadi 6,99%," ujarnya.
 
Menurut Fahmi, pertumbuhan sebesar itu termasuk realistis karena mengacu pertumbuhan listrik 2008 sudah mencapai 7%. Jadi jika ditetapkan sebesar 5,63% seperti sebelumnya justru tidak realistis.
 
Dengan kondisi perekonomian yang membaik sebenarnya pertumbuhan listrik bisa mencapai 8-9%. Namun hal ini bisa diimbangi dengan penambahan 3 pembangkit baru dari program 10.000 MW yang akan beroperasi tahun depan.
 
Subsidi listrik untuk 2009 sebesar Rp 60,43 triliun ini jauh menurun dari subsidi listrik 2008 yang mencapai RP 88,2 triliun. Penurunan terutama didorong optimalisasi gas untuk pembangkit sehingga bisa mengurangi pemakaian BBM. Biaya penggunaan BBM memang jauh lebih mahal ketimbang bahan bakar lainnya seperti gas dan batubara.
 
Jika menggunakan BBM jenis HSD maka listrik yang dihasilkan mencapai Rp 2.500 per kWh. Sementara jika menggunakan batubara maka listrik yang dihasilkan seharga Rp 350 per kWh dan gas menghasilkan listrik seharga Rp 400 per kWh. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads