KPPU Harus Dirombak Total untuk Pulihkan Citra

KPPU Harus Dirombak Total untuk Pulihkan Citra

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2008 12:20 WIB
KPPU Harus Dirombak Total untuk Pulihkan Citra
Jakarta - Pihak pengusaha mendesak agar DPR dan pemerintah melakukan langkah-langkah drastis dalam mempercepat pemulihan citra Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Cara yang paling jitu adalah melakukan perombakan secara besar-besaran di tubuh KPPU dengan mengganti jajaran komisioner dengan orang-orang baru termasuk kalangan muda.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bambang Soesatyo saat dihubungi detikFinance, Jumat (19/9/2008).

"Kami berkeyakinan M.Iqbal tidak bertindak sendiri, ini hasil tim, ada dugaan ini. Akan jauh lebih baik, tim dirombak total untuk mengembalikan citra lebih cepat, kepercayaan akan cepat pulih dengan langkah perombakan," ujarnya dengan semangat.

Ia juga mengatakan langkah perombakan memang akan sedikit membutuhkan waktu. Namun ia berkeyakinan setelah ada perombakan maka citra KPPU akan lebih baik, karena sudah terlepas dari korupsi yang lama.

Dengan begitu tugas KPPU sebagai lembaga yang bertugas mengawasi kancah persaiangan dunia usaha bisa berjalan dengan lenggang tanpa ada beban citra buruk yang bisa menghambatnya.

Dengan tim yang ada sekarang, ia menilai KPPU akan sulit berjalan dengan performa yang maksimal karena kalangan dunia usaha sudah memiliki pencitraan yang buruk terhadap KPPU.

Jika kondisi ini terus berlangsung, ketika kedepannya terjadi kasus yang diputuskan oleh KPPU dan tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat maka akan mengundang kecurigaan lagi yang bisa menimbulkan polemik di masyarakat.

"Kita usul kepada DPR untuk merombak, dengan DPR menyurati ke presiden untuk mengganti anggota-anggota KPPU. Memang ini akan lebih lama tapi akan jauh lebih baik," serunya.

Mengenai dugaan penyuapan terhadap M Iqbal, ia menduga ada beberapa kemungkinan yang melatar belakanginya. Menurutnya bisa saja terjadi persaiangan internal dalam tubuh KPPU atau bahkan ada unsur balas dendam dari pihak-pihak barisan sakit hati atas berbagai keputusan KPPU.

"Kita memang tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, ini bisa saja terjadi persaingan internal, bisa saja ada unsur balam dendam dari pihak yang dikalahkan," kiranya.

Namun ia kembali menegaskan bahwa kejadian ini cenderung bukan sebagai "kecelakaan" namun sebagai rentetan dari proses-proses sebelumnya. Bahkan dalam kasus ini ia menduga uang dugaan suap itu sebagai tanda terima kasih.

"Ini tidak muncul begitu saja, ini muncul, dari anggota yang bermain. Jauh lebih bagus kalau diganti anak muda, kita juga tidak menyalahkan DPR dengan sistem fit and proper test-nya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads